AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

- Kamis, 09 Juli 2026 | 10:00 WIB
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran, termasuk kota pelabuhan Sirik, Jask, dan Bandar Abbas yang berada di dekat Selat Hormuz.

Trump mengumumkan penghentian gencatan senjata pada Rabu (8/7/2026) dan menyatakan keengganannya untuk melanjutkan negosiasi dengan Teheran. "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah. Anda tahu apa itu sampah? Mereka sampah. Mereka orang-orang sakit," katanya dalam pernyataan yang keras.

Serangan terbaru ini disebut sebagai pembalasan atas pemboman kapal oleh Iran sehari sebelumnya. "Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk," tulis Trump di media sosial.

Ketegangan antara kedua negara meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa, militer AS memulai operasi besar-besaran terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz. Sehari kemudian, Iran membalas dengan menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Bentrokan ini merupakan yang terburuk sejak Nota Kesepahaman Islamabad ditandatangani pada 17 Juni. Kesepakatan 14 poin tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari, jalur aman bagi kapal melalui Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran. Namun, dengan pernyataan Trump yang menyatakan perjanjian itu berakhir, masa depan stabilitas kawasan kini kembali tidak menentu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags