AS Lancarkan Serangan Udara ke Kota-Kota Strategis Iran, Satu Petugas Pemadam Tewas

- Kamis, 09 Juli 2026 | 08:00 WIB
AS Lancarkan Serangan Udara ke Kota-Kota Strategis Iran, Satu Petugas Pemadam Tewas

Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru ke sejumlah kota strategis di pesisir selatan Iran dan Selat Hormuz, Rabu (8/7/2026). Eskalasi ini dikonfirmasi Komando Pusat AS (CENTCOM) setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Serangan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Setidaknya satu petugas pemadam kebakaran tewas akibat proyektil yang menghantam kawasan Bandara Iranshahr di tenggara Iran. Di Chabahar, tiga jalur kabel utama terputus dan menyebabkan pemadaman listrik massal. Dua dermaga laut, sebuah depot, dan menara kendali lalu lintas maritim hancur. Serpihan ledakan juga mengenai Rumah Sakit Imam Ali di kota itu.

Pemerintah Iran menegaskan serangan di Bushehr tidak merusak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah kota pesisir dan pulau strategis, termasuk Bushehr, Chabahar, Bandar Abbas, Sirik, Jask, serta Pulau Abu Musa dan Qeshm. Di Bandar Abbas, warga mendengar sedikitnya delapan dentuman keras.

Alasan dan Ancaman Balasan

Trump menyebut serangan ini sebagai bentuk pembalasan atas serangan drone dan proyektil Iran terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di Selat Hormuz beberapa hari sebelumnya. AS menuduh Iran melanggar Memorandum Saling Pengertian (MoU) gencatan senjata yang disepakati Juni lalu.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan meluncurkan balasan darurat menggunakan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Armada ke-5 AS di Bahrain dan Kuwait. Trump memperingatkan, "Setiap kali mereka menyerang kita, kita akan menyerang mereka 20 kali lipat." Ia juga mengatakan AS telah menang secara militer di Iran, namun meragukan kesediaan Iran untuk membuat kesepakatan.

Protes Iran ke PBB

Iran mengirimkan surat protes kepada presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut serangan AS sebagai "pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB" dan kewajiban internasional Washington. Ia juga menilai serangan itu melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB serta Klausul 1 MoU Islamabad yang ditandatangani pada 16 Juni.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags