Polisi Sita 74 Kg Emas Batangan dan Uang Rp 476 Miliar dari Penggeledahan Rumah di Sentul

- Kamis, 09 Juli 2026 | 08:35 WIB
Polisi Sita 74 Kg Emas Batangan dan Uang Rp 476 Miliar dari Penggeledahan Rumah di Sentul

Polisi menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar: PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Dari lokasi, petugas membawa tujuh koper dan tas berisi barang bukti berupa uang tunai dan emas batangan menggunakan kendaraan taktis.

Pantauan di lokasi, Kamis (9/7/2026) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB petugas mulai mengeluarkan koper-koper tersebut dengan penjagaan ketat anggota Brimob bersenjata lengkap. Setiap koper diberi label yang menjelaskan isi di dalamnya. Salah satu koper bertuliskan 'KOPER 2. 25 Batang Emas 1 KG'. Sementara itu, sebuah tas besar hitam dengan lis merah bertuliskan 'KOPER 3' dan di bawahnya tertera: 26.700 lembar pecahan USD 100, 2.400 lembar pecahan SGD 1.000, dan 16 lembar pecahan SGD 100.

Selain koper dan tas, petugas juga membawa tiga bingkai foto berukuran besar secara terpisah menggunakan bus anggota Brimob. Tak hanya itu, sebuah mesin penghitung uang juga ikut diamankan, yang diduga digunakan untuk menghitung jumlah uang yang ditemukan.

Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut ditemukan dalam sebuah brangkas terkunci yang berisi tujuh koper. "Ditemukan brangkas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau, Kamis dini hari.

Sebelumnya, polisi melaporkan temuan awal berupa 74 kilogram emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang yang jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp 282,4 miliar. Namun, setelah penghitungan lebih lanjut, total nilai barang bukti mencapai Rp 476 miliar.

Atensi Presiden

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu pemadaman listrik di Sumatera beberapa waktu lalu, serta kasus ASABRI dan Krakatau Steel. Kasus yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags