Kebiasaan minum teh hijau tanpa gula secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menekan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Temuan ini didukung oleh sejumlah penelitian terbaru yang menunjukkan manfaat signifikan dari minuman tradisional tersebut.
Teh hijau tanpa kafein dan tanpa tambahan gula terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol LDL. Manfaatnya bahkan disebut lebih optimal jika dikonsumsi setelah makan malam. Kandungan katekin dan polifenol di dalamnya berperan sebagai antioksidan yang mengurangi penyerapan kolesterol serta melindungi LDL dari oksidasi proses yang berkontribusi pada pembentukan plak di pembuluh darah.
Sebuah studi besar yang dilakukan tim peneliti dari Tohoku University Graduate School of Medicine terhadap 40.530 orang dewasa di Jepang memperkuat temuan ini. Hasil riset yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan bahwa partisipan yang minum lebih dari lima cangkir teh hijau per hari memiliki risiko kematian 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir.
Selain menurunkan kolesterol, katekin dalam teh hijau juga melindungi sel tubuh dari kerusakan, yang penting untuk menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2. Sifat antioksidan dan antiinflamasi dari polifenol secara aktif menjaga kesehatan pembuluh darah dan organ jantung.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa teh hijau bukanlah solusi tunggal. Manfaatnya akan maksimal jika diimbangi dengan pola makan sehat yang kaya serat larut dan lemak tak jenuh, aktivitas fisik teratur, serta tidur yang cukup. Mereka juga menyarankan untuk memilih teh hijau murni tanpa gula tambahan, karena produk kemasan atau minuman dari kedai kopi sering mengandung gula tinggi yang dapat mengurangi khasiatnya.