Iran Siapkan Pemakaman Khamenei di Tengah Gelombang Serangan AS

- Kamis, 09 Juli 2026 | 10:18 WIB
Iran Siapkan Pemakaman Khamenei di Tengah Gelombang Serangan AS

Iran berencana memakamkan jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di kampung halamannya, Mashhad, pada Kamis (9/7). Di saat yang sama, gelombang serangan baru Amerika Serikat ke Iran berpotensi memicu eskalasi baru di Timur Tengah.

Sebelum dimakamkan di Mashhad, prosesi penghormatan terakhir telah berlangsung selama beberapa hari di Iran serta kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Prosesi tersebut disaksikan jutaan orang di Iran maupun Irak.

Menjelang hari pemakaman di kota di timur laut Iran itu, AS justru melancarkan gelombang serangan ke berbagai wilayah di Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Ia mengancam akan melancarkan serangan yang lebih dahsyat jika Iran kembali menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan di selat tersebut menjadi alasan AS melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran.

Sementara itu, persiapan pemakaman Khamenei terus dilakukan di Mashhad, yang merupakan kota suci bagi umat Syiah. Khamenei sendiri tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

"Diperkirakan akan ada 15 juta orang yang hadir pada pemakaman Khamenei," ujar Gubernur Mashhad Hassan Hosseini.

Laporan kantor berita Iran, IRNA, menyebut prosesi pemakaman semula dijadwalkan dimulai pada pukul 06.00 waktu Iran (09.30 WIB). Namun, sejumlah media Iran kemudian melaporkan prosesi tersebut akan dimulai pada pukul 14.00 waktu Iran (17.30 WIB).

Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad. Imam Reza merupakan satu-satunya dari 12 Imam Syiah yang dimakamkan di Iran.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags