Bapanas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi Musim Kemarau

- Kamis, 09 Juli 2026 | 11:00 WIB
Bapanas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi Musim Kemarau

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan cadangan pangan pemerintah dalam kondisi cukup untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan hampir semua pangan pokok strategis, termasuk beras, dalam posisi aman.

Menurut Amran, Indonesia telah mencapai swasembada beras yang sempurna. Hal ini menjadi indikator penting karena beras merupakan porsi terbesar dalam konsumsi sehari-hari masyarakat. "Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," kata Amran.

Data Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia 2025 menunjukkan konsumsi padi-padian masih di atas 50 persen. Sisanya terdiri dari pangan hewani 12,7 persen, minyak dan lemak 12,4 persen, sayur dan buah 6,8 persen, gula 4 persen, serta kacang-kacangan, umbi-umbian, dan lainnya.

Amran menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi sejak jauh hari. "Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insyaallah pangan kita aman, terutama beras," ujarnya.

Per 8 Juli, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton. Sementara Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat 7,34 ribu ton hingga akhir Juni, dan CPPD kabupaten/kota sebanyak 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Bapanas juga mencatat stok cadangan pangan untuk komoditas lain. Jagung pakan tersedia 188 ribu ton, disalurkan ke peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga lebih ekonomis. Minyak goreng sebanyak 1,1 ribu kiloliter dikelola Bulog dan ID Food, gula konsumsi 2,79 ribu ton, serta daging ayam 38 ton di ID Food.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menekankan pentingnya kewaspadaan. "Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," ujar Sarwo. Ia menambahkan bahwa salah satu bukti kesiapsiagaan adalah stok CBP di Bulog yang mencapai 5,2 juta ton, ditambah stok CPP komoditas lain.

Untuk komoditas perishable seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas optimistis pasokan dapat ditopang produksi dalam negeri. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan, produksi cabai besar tahun ini diperkirakan 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 929,27 ribu ton. Cabai rawit diproyeksikan produksi 1,5 juta ton, kebutuhan 913,61 ribu ton. Bawang merah produksi 1,32 juta ton, kebutuhan 1,25 juta ton. Telur ayam ras produksi 6,98 juta ton, kebutuhan 6,47 juta ton. Daging ayam ras produksi 4,89 juta ton, kebutuhan 4,02 juta ton.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags