Dari Pemanjat Kelapa ke Teknisi AC: Pelatihan Vokasi Ubah Nasib Pemuda Pulau Obi

- Kamis, 09 Juli 2026 | 10:54 WIB
Dari Pemanjat Kelapa ke Teknisi AC: Pelatihan Vokasi Ubah Nasib Pemuda Pulau Obi

La Yufri Rimasyira menghabiskan hari-harinya memanjat pohon kelapa di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Pekerjaan sebagai buruh pemanjat kelapa itulah yang selama ini menjadi sumber nafkah bagi pria 33 tahun tersebut untuk menghidupi istri dan anaknya. Namun, selama 33 hari ke depan, ia akan mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Harita Nickel bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Harapannya, keterampilan baru ini bisa membawanya ke pekerjaan yang lebih baik.

"Saya mengikuti program ini untuk meningkatkan kemampuan agar bisa bekerja di perusahaan sesuai dengan keterampilan yang saya pelajari. Saya ingin mengembangkan kemampuan sebagai teknisi AC supaya bisa membantu perekonomian keluarga," kata La Yufri.

Harapan serupa juga diungkapkan La Difan Rifai (19), pemuda asal desa yang sama. Sebelum mengikuti program PELITA, kesehariannya dihabiskan membantu orang tuanya berkebun. Begitu mendengar informasi tentang program tersebut, ia langsung mendaftar karena ingin memiliki keterampilan yang bisa membuka jalan menuju dunia kerja.

"Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa bekerja di perusahaan. Kalau belum ada kesempatan, saya ingin membuka usaha sendiri di kampung," ujar La Difan.

La Yufri dan La Difan adalah dua dari 16 pemuda Pulau Obi yang mengikuti PELITA Batch 5 Teknisi AC Residensial. Pelatihan berlangsung selama 33 hari, mulai 29 Juni hingga 31 Juli 2026, di BPVP Ternate. Para peserta akan diajarkan teknis perawatan AC residensial, mulai dari penggunaan alat ukur refrigerasi, teknik perbaikan komponen elektrik dan mekanik, hingga prosedur pemeliharaan unit AC indoor dan outdoor. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama, dan sikap kerja profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Kepala BPVP Ternate, Abdul Aziz, mengatakan seluruh peserta akan menjalani uji kompetensi di akhir pelatihan. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh dua sertifikat: sertifikat pelatihan dari BPVP Ternate dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki diakui secara resmi ketika memasuki dunia kerja.

"Harapan kami, kolaborasi antara Harita Nickel, Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat terus berlanjut sehingga tenaga kerja yang ada di lingkar tambang itu bisa ditempatkan untuk berkontribusi di wilayah kerja baik di tambang maupun lingkar tambang," ujar Abdul Aziz.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polosiri, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, PELITA menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami mengapresiasi Program PELITA karena ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara perusahaan, pemerintah, dan BPVP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa hari lalu kami juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Harita Nickel untuk mendukung pelatihan-pelatihan ke depan. Program seperti ini perlu terus dilanjutkan, tidak hanya PELITA Batch 5, tetapi juga batch berikutnya dan bentuk-bentuk pelatihan lainnya," kata Marwan.

Community Development Manager Harita Nickel, Yuda Pranata, mengatakan PELITA merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat Pulau Obi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"PELITA Batch 5 ini merupakan wujud nyata komitmen dari Harita Nickel dalam meningkatkan dukungan kapasitas masyarakat. Karena kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya mendukung dalam bentuk infrastruktur dan fasilitas tetapi juga mendukung dalam bentuk kapasitas, keterampilan, dan kepercayaan diri bagi masyarakat," kata Yuda.

PELITA adalah program pelatihan vokasi yang diinisiasi Harita Nickel untuk membekali masyarakat Pulau Obi dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Sejak diluncurkan pada 2024, program ini terus berkembang melalui berbagai pelatihan, mulai dari operator Wheel Loader, operator Overhead Crane, pelatihan Bahasa Mandarin bagi pelajar, hingga kini pelatihan teknisi AC residensial. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan BPVP Ternate, program ini diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi generasi muda Pulau Obi untuk bekerja, berwirausaha, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags