SK Hynix Buka IPO di AS, Incar Dana Rp 28 Miliar Dolar

- Kamis, 09 Juli 2026 | 11:24 WIB
SK Hynix Buka IPO di AS, Incar Dana Rp 28 Miliar Dolar

Produsen cip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, akan melantai di bursa Amerika Serikat melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Langkah ini bertujuan memberikan akses langsung bagi investor Amerika untuk memiliki saham perusahaan di tengah lonjakan permintaan global terhadap perangkat keras kecerdasan buatan (AI).

SK Hynix melepas sekitar 17,8 juta lembar saham melalui instrumen American Depositary Receipts (ADR). Dengan skema ini, setiap satu unit ADR mewakili sepersepuluh dari saham biasa perusahaan, sehingga investor Amerika dapat bertransaksi tanpa harus melalui bursa luar negeri.

Berdasarkan data penutupan perdagangan di Seoul, langkah ini diproyeksikan mampu menghimpun dana segar sekitar 28 miliar dolar AS. Perusahaan menargetkan penetapan harga sekuritas pada Kamis, 9 Juli 2026, dan perdagangan saham perdana akan dimulai pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kinerja keuangan SK Hynix mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan pendapatan kuartal pertama mencapai hampir 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh kelangkaan komponen memori performa tinggi, seperti High Bandwidth Memory (HBM), DRAM, dan NAND, yang sangat dibutuhkan dalam infrastruktur pusat data AI.

Situasi pasar yang ketat ini, yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai RAMageddon, memaksa pemain besar seperti Apple melakukan penyesuaian harga produk. Menanggapi kondisi tersebut, SK Hynix bersama raksasa teknologi Korea Selatan lainnya telah berkomitmen untuk berinvestasi lebih dari 550 miliar dolar AS dalam peningkatan kapasitas manufaktur.

Mengenai prospek masa depan, analis pasar mencermati langkah ini sebagai upaya meniru kesuksesan Micron. Sebagaimana dijelaskan dalam laporan industri, “Wall Street saat ini tengah memburu entitas serupa Nvidia, dan produsen cip memori dianggap sebagai pilihan paling relevan dengan potensi pertumbuhan yang didorong oleh kebutuhan AI yang masif”.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags