PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 8 Juli 2026. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan berkomitmen menggunakan dana yang diperoleh untuk memperkuat kapasitas operasional, mendukung ekspansi usaha, serta meningkatkan daya saing bisnis.
Direktur Utama BACH Budi Kurniawan mengatakan, pencatatan saham perdana menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi dan pertumbuhan perseroan. Seluruh dana dari IPO akan digunakan secara optimal dan bertanggung jawab.
"Dana yang diperoleh melalui penawaran umum perdana ini akan digunakan secara optimal untuk memperkuat kapasitas operasional, mendukung ekspansi usaha, meningkatkan daya saing perseroan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ujarnya kepada awak media.
Budi optimistis prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia masih sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, perseroan siap mengambil peran strategis dalam menangkap berbagai peluang tersebut.
"Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Dengan pengalaman, kompetensi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, PT Bach Multi Global siap mengambil peran strategis dalam menangkap berbagai peluang tersebut dan bertumbuh bersama kemajuan Indonesia," kata dia.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menyampaikan, status sebagai perusahaan tercatat memberikan peluang bagi perseroan untuk memperkuat kapasitas usaha melalui akses pendanaan yang lebih luas sekaligus meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
"Kami berharap momentum ini menjadi langkah awal bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham, menjaga kepercayaan investor, dan pada akhirnya tumbuh secara berkelanjutan. Bursa Efek Indonesia senantiasa membangun ekosistem pasar modal Indonesia dengan menyediakan perusahaan tercatat yang berkualitas," kata Saidu.
Lebih jauh, dia meminta agar BACH terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik, menjunjung tinggi keterbukaan informasi, mengutamakan kepentingan pemegang saham dan perlindungan investor, serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
"Kami berharap perseroan terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik, menjunjung tinggi keterbukaan informasi, mengutamakan kepentingan pemegang saham dan perlindungan investor, serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan. Kami akan senantiasa mendukung perjalanan tersebut melalui pendampingan dan penguatan kualitas perusahaan tercatat, sehingga dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," ujar dia.
Dalam aksi korporasi ini, BACH mencatatkan sebanyak 4.084.430.000 saham dengan harga penawaran perdana Rp442 per saham. Masa penawaran umum berlangsung pada 2-6 Juli 2026.
Artikel Terkait
Dua Emiten Baru Mulai Melantai di BEI, BACH dan EMMI Catatkan Saham Perdana
Melantai di BEI, Emiten Grup Djarum BACH Resmi Masuk Daftar Efek Syariah
Saham JECX Melesat 24,8% di Hari Perdana, Oversubscribed 62,5 Kali
Proline Akhiri Masa Penawaran IPO, Siap Listing di BEI 9 Juli