Penunjukan Facundo Tello, wasit asal Argentina, sebagai pengadil utama laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko memicu gelombang spekulasi, termasuk isu konspirasi yang mengaitkannya dengan upaya memuluskan jalan Argentina menuju juara. Meski demikian, kubu Prancis memilih tidak larut dalam polemik dan tetap fokus pada pertandingan.
FIFA menunjuk Tello didampingi empat ofisial lain yang juga berasal dari Argentina untuk memimpin duel yang berlangsung dini hari nanti (10/7/2026). Keputusan itu langsung memicu reaksi di Prancis. Sejumlah media dan suporter mengkhawatirkan keberadaan perangkat pertandingan asal Argentina dapat memengaruhi perjalanan Les Bleus, terutama karena Prancis digadang-gadang menjadi kandidat kuat kembali menghadapi Argentina di final, mengulang duel sengit Piala Dunia 2022.
Di tengah riuhnya spekulasi, ruang ganti tim Prancis memilih bersikap tenang. Kiper ketiga Prancis, Robin Risser, meminta publik tidak larut dalam dugaan yang belum terbukti. "Aku pikir, kita jangan paranoid. Itu peran kalian dari pers dalam mengobarkan suasana," tutur Risser, Kamis (9/7/2026). Penjaga gawang RC Lens berusia 21 tahun itu menegaskan bahwa seluruh wasit yang bertugas di Piala Dunia telah melalui seleksi ketat sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan. "Jika wasit-wasit itu ada di sini, itu karena mereka memenuhi standar Piala Dunia. Kami hanya perlu fokus dengan diri kami sendiri," tambahnya.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga menolak memperbesar kontroversi. "Kami harus menerimanya. Saya percaya kepada para wasit. Lawan kami adalah Maroko, bukan wasit," kata Deschamps dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia bahkan menyinggung kritik yang sempat diarahkan kepada wasit asal Prancis, François Letexier, saat memimpin laga Argentina versus Mesir di babak 16 besar. "Mari berharap wasit kami tampil sebaik Monsieur Letexier," ujarnya.
Perdebatan mengenai integritas pertandingan semakin menguat setelah diketahui bahwa Tello tidak hanya didampingi dua hakim garis asal Argentina, tetapi juga seorang asisten cadangan dan ofisial keempat dari negara yang sama. Situasi itu membuat sebagian publik kembali mengingat rivalitas panas Prancis-Argentina sejak final 2022. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan penunjukan tersebut akan memengaruhi jalannya pertandingan.
Di balik polemik, Deschamps justru menilai tantangan terbesar timnya adalah kualitas Maroko yang dinilainya jauh lebih berbahaya dibanding lawan sebelumnya, Paraguay. "Mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi. Kami harus bermain lebih efektif. Semakin tinggi mendaki gunung, tantangannya semakin berat," katanya. Ia menekankan pentingnya mentalitas. "Mentalitas memang tidak otomatis memenangkan pertandingan, tetapi mentalitas yang salah bisa membuat Anda kalah," tegasnya.
Laga melawan Maroko juga bermakna emosional bagi Deschamps. Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya sebagai pelatih tim nasional Prancis setelah ia memastikan akan mengakhiri masa jabatannya usai kompetisi. "Tujuan saya adalah melakukan segala cara agar semuanya berjalan dengan baik. Hanya itu yang menjadi fokus saya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prancis Unggul Rekor dan Produktivitas Jelang Hadapi Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Maroko Kehilangan Bintang Saibari Jelang Laga Perempat Final Lawan Prancis
Prancis Bawa Memori Manis ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Lawan Maroko
Prancis Kini Puncaki Ranking FIFA, Geser Argentina Jelang Perempatfinal Piala Dunia 2026