Penyidik Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar: PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Dari penggeledahan itu, polisi menyita 74 kilogram batangan emas dan uang tunai dalam berbagai mata uang asing.
Barang bukti tersebut tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) pukul 10.20 WIB, diangkut menggunakan kendaraan taktis yang dikawal puluhan anggota Brimob. Saat diturunkan, terlihat tulisan 'Koper 2, 25 batang emas 1 kg' pada salah satu koper. Petugas tampak kewalahan mengangkat koper-koper berisi emas batangan itu.
Selain emas, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang langsung digiring masuk ke gedung Ditreskrimsus. Namun, identitas orang-orang tersebut belum diungkapkan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan penemuan batangan emas tersebut. "Iya, betul (ditemukan batangan emas)," ujarnya. Nilai total uang dan emas yang disita diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi, termasuk PT CBS di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, PT KNI di Jakarta Pusat, rumah MN di Tangerang Selatan, Kafe de’Clan Signature di Jakarta Selatan, Koin Money Changer di Jakarta Selatan, rumah TK di Mega Kuningan, kantor Grup DMG/CP di Kuningan, PT PML di Karet Kuningan, rumah DR di Gandaria Selatan, rumah MILDK di Apartemen Pacific Place, dan rumah di Sentul, Bogor.
Dari Kafe de'Clan Signature, penyidik menyita dokumen, barang elektronik, dan uang tunai. Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menjelaskan, "Untuk penggeledahan di lokasi De'Clan, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone." Uang yang disita di lokasi itu terdiri dari SGD3.130.000, USD889.965, dan Rp259.159.000. Jika dikonversi, nilainya mendekati Rp60 miliar.
Sementara itu, dari Point Money Changer, penyidik menyita 71 item barang bukti dan 16 jenis mata uang asing dengan nilai total sekitar Rp7,2 miliar.
Artikel Terkait
Brankas di Kafe dan Uang di Bawah Kasur: Potret Busuk Penegakan Hukum Indonesia
Komisi III DPR Dukung Kortas Tipikor Usut Dugaan Korupsi Batu Bara Picu Blackout Sumatera
Polri Usut Korupsi Pasokan Batu Bara, Anggota DPR Minta Hukum Tegas Tanpa Pandang Bulu
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout Sumatera, Kerugian Negara Capai Rp 5 Triliun