Pengamanan Mabes Polri Diperketat, Rantis Brimob Disiagakan di Tengah Pengusutan Tiga Kasus Korupsi

- Kamis, 09 Juli 2026 | 12:30 WIB
Pengamanan Mabes Polri Diperketat, Rantis Brimob Disiagakan di Tengah Pengusutan Tiga Kasus Korupsi

Pemandangan tak biasa terlihat di Gedung Mabes Polri pada Kamis (9/7/2026). Sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik Satuan Brigade Mobile (Brimob) tampak bersiaga di kawasan tersebut, sementara pengamanan terlihat lebih ketat dibandingkan hari-hari biasa. Kondisi ini terjadi di tengah pengusutan tiga kasus dugaan korupsi yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto, yakni kasus PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel.

Enam unit kendaraan taktis terpantau berada di lokasi. Sekitar pukul 11.25 WIB, kendaraan-kendaraan tersebut mulai bergerak bersama personel lengkap menyusuri Jalan Trunojoyo. Akses masuk ke Mabes Polri juga dijaga lebih ketat. Selain personel Yanma, pengamanan turut diperkuat oleh personel Provos dan Brimob Polri yang dilengkapi senjata.

Menanggapi keberadaan rantis dan peningkatan pengamanan, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan tetap sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," ujar Johnny saat dikonfirmasi.

Penggeledahan di 12 Lokasi

Sebelumnya, Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan perkara tersebut. Dalam operasi di Kafe de'Clan Signature, penyidik menemukan sebuah brankas tersembunyi. Dari dalam brankas itu, polisi menyita uang tunai sebesar SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD100, USD 889.965, serta Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, total nilai uang tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.

Di lokasi lain di kawasan Sentul, Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkap hasil penggeledahan sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2. Menurutnya, petugas menemukan emas batangan dan uang tunai yang disimpan dalam brankas tersembunyi.

"Ditemukan brankas terkunci. Setelah dibuka, berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan, kemudian USD 4.767.300, SGD 14.083.800, kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar," ujar Totok.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah. Namun, hingga kini penyidik belum mengungkap identitas pemilik rumah tersebut.

"Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kami lakukan penyitaan," tutup Totok.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags