Rocky Gerung Kritik Keras Tiyo Ardianto: Bodoh, Itu Menurunkan Oktaf

- Jumat, 03 Juli 2026 | 15:50 WIB
Rocky Gerung Kritik Keras Tiyo Ardianto: Bodoh, Itu Menurunkan Oktaf

Rocky Gerung melontarkan kritik pedas terhadap Tiyo Ardianto yang dinilainya telah merendahkan oktaf debat publik. Dalam pernyataannya, Rocky menyebut Tiyo bodoh karena menjadikan Prabowo sebagai sasaran sindiran. "Bodoh! Prabowo dijadikan kucing, itu bukan naikkan oktafmu, tapi menurunkan oktafmu. Ketiadaan pikiran, ketiadaan gagasan, dan ketiadaan ideologi membuat orang jadi sarkastik," ujar Rocky.

Kritik Rocky ini sontak menimbulkan reaksi di kalangan warganet. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan sikap Rocky yang dianggap membela Prabowo, padahal sebelumnya ia kerap mengkritik Presiden Jokowi. "Ko RG sekarang belain Prabowo, dulu Jokowi dikritik terus, Prabowo dan Jokowi kan sami mawon 11-12," tulis seorang warganet.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono, Adyaksa Dault, juga menyampaikan kekesalannya. Menurutnya, kritik Tiyo Ardianto kasar dan menjurus pada caci maki, sehingga menyimpang dari tradisi intelektual. Sementara itu, seorang penggiat media sosial menambahkan bahwa ungkapan Tiyo sudah mirip dengan akun fufufafa yang kontroversial.

Peristiwa ini mengingatkan pada tradisi debat berkelas di masa lalu. Dalam suatu rapat besar Syarekat Islam, Agus Salim dikritik oleh Semaun dan kawan-kawan dengan suara kambing. Namun, Agus Salim tidak emosional dan tidak membalas caci maki. Dengan tenang ia naik ke podium dan berkata, "Rapat Besar yang kita adakan hari ini adalah rapat para manusia, bukan rapat para kambing." Hening sejenak, lalu riuh tepuk tangan. Tradisi berakhlak mulia seperti itu, menurut penulis, perlu kembali disimak dan dibuka.

Bagi Rocky Gerung, meski banyak tindakan Prabowo sebagai Presiden dinilai paradoks dengan visi keindonesiaannya, Prabowo telah meletakkan pemikiran dan gagasan ideologis yang otentik, terutama soal sosialisme negara ala keadilan sosial. Oleh karena itu, oktaf kritik seharusnya dinaikkan, bukan diturunkan seperti saat mengkritik Jokowi, apalagi hingga menyerupai akun fufufafa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags