Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Keliru Memahami Satir Tiyo Ardianto

- Jumat, 03 Juli 2026 | 10:50 WIB
Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Keliru Memahami Satir Tiyo Ardianto

Pengamat politik Ubedilah Badrun menilai kritik Rocky Gerung terhadap Tiyo Ardianto keliru. Menurutnya, Rocky gagal memahami bahwa apa yang disampaikan Tiyo adalah satir, bukan serangan personal. Rocky justru sibuk menghakimi diksi yang digunakan Tiyo, tanpa menggali substansi di balik satir tersebut.

"Kritik itu hal biasa, apalagi di ranah akademik dan ruang publik. Tapi kritik Rocky Gerung pada Tiyo mengandung kekeliruan karena lebih terlihat sebagai penghakiman dan menyudutkan Tiyo. Rocky sibuk mengkritik diksi satir yang Tiyo sampaikan, bukan substansi di balik satir simbolik itu," kata Ubedilah kepada media, Jumat (3/7/2026).

Dalam video yang beredar, Tiyo bercerita tentang seekor kucing yang sakit dan diobati, tetapi kucing itu malah marah dan mencakar. Di akhir cerita, Tiyo memberi nama kucing itu 'Prabodoh Subiantolol'. Ubedilah menegaskan bahwa Tiyo tidak menyebut kucing itu bernama Prabowo Subianto.

"Diksi satir simbolik itu biasa dalam sastra kritis dan memiliki ruang merdeka untuk disampaikan, apalagi di tengah situasi sosial politik yang penuh represi terhadap kritik. Rocky mestinya membongkar ide dan argumen di balik satir itu, bukan menuduh Tiyo bodoh tanpa menguji argumennya," ujar Ubedilah.

Ubedilah mengutip definisi satire dari kritikus sastra M.H. Abrams dalam bukunya A Glossary of Literary Terms. Satire adalah seni sastra untuk merendahkan subjek dengan membuatnya konyol, sehingga menimbulkan rasa geli, hina, cibiran, atau kemarahan. Menurut Ubedilah, jika satire Tiyo membuat Rocky Gerung gerah, itu berarti satire tersebut berhasil.

"Problemnya, mengapa Rocky Gerung merasa terhina, tercibir, dan marah sampai dengan nada keras menyebut Tiyo bodoh? Padahal saat Tiyo mengucapkan satir itu, Rocky berada di tempat yang sama dan tidak langsung merespons. Ia merespons beberapa hari kemudian di forum yang berbeda, tanpa ada Tiyo di sana," jelas Ubedilah.

Ubedilah juga menyoroti pernyataan Rocky yang mengaku diprovokasi Tiyo dan dilaporkan ke polisi. Namun, tidak ada pemberitaan mengenai laporan tersebut. "Mungkinkah Rocky Gerung sedang mengarang cerita?" tanya Ubedilah.

Menurut Ubedilah, apa yang dilakukan Tiyo bukanlah slapstick atau sarkasme personal seperti yang dituduhkan Rocky. Tiyo membuat perumpamaan untuk mengajak audiens berpikir, di mana obat dalam cerita itu dimaksudkan sebagai kritik. Adapun nama 'Prabodoh Subiantolol' untuk kucing itu dimaksudkan untuk seseorang yang enggan dikritik.

"Secara teks bahasa, belum tentu nama itu dimaksudkan sebagai Prabowo Subianto. Rocky dan publik mungkin menafsirkan demikian. Jadi Rocky terjebak dalam tafsirnya sendiri," pungkas Ubedilah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags