Ubedilah Badrun Kritik Rocky Gerung: Gagal Pahami Satir Tiyo Ardianto

- Jumat, 03 Juli 2026 | 10:25 WIB
Ubedilah Badrun Kritik Rocky Gerung: Gagal Pahami Satir Tiyo Ardianto

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, menilai kritik Rocky Gerung terhadap satir yang disampaikan Tiyo Ardianto keliru. Menurutnya, Rocky lebih sibuk menghakimi diksi satir daripada menggali substansi yang ingin disampaikan.

"Rocky menyebut Tiyo Ardianto bodoh. Padahal, kritik seharusnya membongkar ide dan argumen di balik satir itu, bukan menuduh tanpa menguji argumen," kata Ubed kepada media, Jumat (3/7/2026).

Dalam video yang beredar, Tiyo bercerita tentang seekor kucing yang terluka dan marah saat diobati. Di akhir cerita, kucing itu diberi nama 'Prabodoh Subiantolol'. Ubed menegaskan bahwa diksi tersebut adalah bagian dari satir, bukan serangan personal.

"Tiyo tidak menyebut kucing itu bernama Prabowo Subianto. Diksi satir simbolik itu biasa dalam sastra kritis dan memiliki ruang merdeka, apalagi di tengah situasi politik yang represif terhadap kritik," ujar Ubed.

Ia mengutip definisi satire dari kritikus sastra M. H. Abrams yang menyebut satire sebagai seni merendahkan subjek dengan membuatnya konyol, sehingga menimbulkan rasa geli, hina, cemooh, atau marah. Menurut Ubed, secara teoretis satire Tiyo sah-sah saja.

"Jika satire Tiyo membuat Rocky gerah, itu berarti satire itu berhasil. Tujuan satire memang bisa membuat pendengar merasa terhina, tercibir, atau marah. Problemnya, mengapa Rocky merasa demikian hingga dengan nada keras menyebut Tiyo bodoh?" kata Ubed.

Ia juga menyoroti respons Rocky yang dianggap terlambat. "Saat Tiyo mengucapkan satir itu, Rocky berada di tempat yang sama dan tidak langsung merespons. Ia baru merespons beberapa hari kemudian di forum yang berbeda, tanpa kehadiran Tiyo. Itu tidak pada konteks peristiwanya," jelas Ubed.

Ubed menambahkan bahwa Rocky merasa dirinya diprovokasi karena meminta Tiyo menaikkan satu oktaf, dan mengklaim ada pihak yang melaporkannya ke polisi. Namun, Ubed meragukan klaim tersebut. "Tidak ada pemberitaan tentang laporan itu. Mungkinkah Rocky mengarang cerita?" ujarnya.

Menurut Ubed, apa yang dilakukan Tiyo bukanlah slapstick atau sarkasme personal, melainkan perumpamaan untuk mengajak audiens berpikir. "Nama Prabodoh Subiantolol dimaksudkan untuk seseorang yang enggan diobati atau dikritik. Secara teks, belum tentu nama itu merujuk pada Prabowo Subianto. Rocky dan publik mungkin menafsirkan demikian, jadi Rocky terjebak dalam tafsirnya sendiri," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags