Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu di Era Digital

- Jumat, 03 Juli 2026 | 15:31 WIB
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu di Era Digital

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Badan Pusat Statistik (BPS) tetap memilih metode wawancara tatap muka dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Bukan tanpa alasan: memastikan setiap responden memahami pertanyaan dengan cara yang sama jauh lebih penting daripada sekadar mengumpulkan jawaban.

Pertanyaan soal apakah seseorang memiliki usaha kerap menimbulkan kebingungan. Banyak yang menganggap pekerjaan sampingan bukanlah usaha, atau usaha rumahan tidak termasuk kegiatan ekonomi. Ada pula pelaku jualan daring yang merasa bukan pelaku usaha karena tak punya toko fisik. Padahal, dari kacamata statistik resmi, semua aktivitas itu layak dicatat sebagai kegiatan usaha.

Hal serupa terjadi pada istilah lain seperti tenaga kerja, jaringan usaha, atau biaya operasional. Jika setiap responden menafsirkannya secara berbeda, data yang terkumpul menjadi tidak konsisten dan sulit dibandingkan. Akibatnya, gambaran ekonomi yang dihasilkan pun kurang akurat.

Karena itu, petugas sensus turun langsung ke lapangan. Mereka tidak hanya melontarkan pertanyaan, tetapi juga menjelaskan konsep dan definisi yang digunakan. Tujuannya: menyamakan pemahaman agar jawaban yang diberikan dapat dibandingkan secara andal.

Pendekatan ini lazim diterapkan dalam sensus dan survei resmi di berbagai negara. Kualitas informasi menjadi prioritas utama.

Namun, untuk kelompok usaha besar yang memiliki sistem administrasi rapi, BPS menyediakan opsi pengisian kuesioner secara mandiri lewat daring. Fleksibilitas ini memudahkan responden tanpa mengorbankan standar data.

Meski metode pengumpulannya berbeda ada yang diwawancarai, ada yang mengisi sendiri seluruh data tetap menggunakan konsep, definisi, dan klasifikasi statistik yang seragam. Hasilnya pun dapat diolah dalam satu sistem yang utuh dan terbandingkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags