Lebih dari Separuh Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Tanpa Pelanggaran Zamzam

- Jumat, 19 Juni 2026 | 07:30 WIB
Lebih dari Separuh Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Tanpa Pelanggaran Zamzam

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air menunjukkan perkembangan signifikan dengan lebih dari separuh total jemaah telah tiba di kampung halaman. Memasuki hari ke-59 operasional haji pada Kamis, 18 Juni 2026, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 114.236 orang, terdiri dari jemaah dan petugas, telah sukses mendarat di Indonesia. Angka tersebut merepresentasikan 55 persen dari total keseluruhan kuota jemaah haji nasional tahun ini.

Kelancaran operasional pemulangan massal ini tidak lepas dari peran krusial para jemaah sendiri. Tingginya tingkat kedisiplinan dalam mematuhi aturan penerbangan menjadi kunci utama yang menjaga arus kepulangan tetap sesuai jadwal. Sikap kooperatif jemaah terlihat nyata dari minimnya temuan pelanggaran barang bawaan bagasi di bandara debarkasi Arab Saudi. Pemeriksaan sinar-X berjalan sangat cepat karena tidak ada lagi insiden pembongkaran koper akibat temuan selundupan air zamzam.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Madinah mengungkapkan bahwa hingga hari ini sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh jemaah Indonesia yang terus menunjukkan sikap tertib selama masa krusial ini. Kepatuhan tersebut dinilai sangat esensial dalam menjaga ketertiban jadwal penerbangan internasional yang ketat.

"Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin," tegasnya.

Kepatuhan untuk tidak membawa air zamzam ke dalam kabin pesawat terbukti ampuh membantu petugas dalam menjaga keamanan dan keselamatan. Jemaah pun diimbau tidak perlu khawatir karena jatah lima liter air zamzam telah dijamin oleh pemerintah. Air suci tersebut akan dibagikan secara resmi kepada masing-masing jemaah sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di asrama haji debarkasi. Kebijakan ini diberlakukan semata-mata demi memberikan kenyamanan dan memangkas waktu tunggu di bandara.

Di sisi lain, pemerintah terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama melakoni perjalanan panjang antaranegara. Jemaah diminta rutin mengonsumsi air putih dan memaksimalkan waktu istirahat di dalam pesawat. Perjalanan spiritual ini pada hakikatnya tidak terhenti saat roda pesawat lepas landas meninggalkan wilayah udara Arab Saudi.

"Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Maria.

Sementara itu, Kemenhaj kini juga tengah memantau pergerakan jemaah haji gelombang kedua. Tercatat sebanyak 192 kloter atau 74.441 jemaah telah bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk menjalankan ibadah Arbain. Kedisiplinan yang ditunjukkan jemaah selama fase ini mencerminkan semangat tanggung jawab yang terbangun kokoh selama di Tanah Suci, sekaligus mendukung kesuksesan operasional haji Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar