PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp190,8 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Rp28,33 per lembar saham.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam forum tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih tahun lalu dialokasikan sebagai dividen.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen penuh perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Menurutnya, kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan menjadi dasar bagi perseroan untuk terus meningkatkan imbal balik.
Vita menjelaskan bahwa SIG telah berhasil menghadapi tantangan bisnis di pasar, terutama pada paruh kedua 2025. Pada periode tersebut, perseroan mulai menerapkan strategi transformasi yang menciptakan titik balik dan mendorong tren kinerja positif. Momentum ini, kata dia, berlanjut hingga kuartal pertama 2026.
Ke depan, perseroan berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan guna mengoptimalkan kinerja yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi pemegang saham. Hal ini tidak terlepas dari proyeksi industri semen nasional pada 2026 yang diprediksi memasuki fase pemulihan yang lebih stabil.
“Permintaan semen domestik diperkirakan akan tumbuh moderat antara satu sampai dua persen, dengan ditopang pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi berbagai proyek pemerintah yang akan menjadi katalisator positif untuk pemulihan serapan kapasitas dan kinerja industri,” ujar Vita.
Target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkisar antara 5,2 hingga 5,5 persen turut menjadi faktor pendukung optimisme tersebut. Sementara itu, hingga Rabu, 13 Mei 2026, saham SMGR diperdagangkan di level Rp2.090 per lembar. Angka ini mencerminkan dividend yield sebesar 1,36 persen.
Berikut jadwal pembagian dividen yang telah diumumkan: cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 21 Mei 2026, cum dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026, ex dividen di pasar tunai pada 25 Mei 2026, dan pembayaran dividen pada 11 Juni 2026.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sebut Gaji Rendah ASN Akibat Kebocoran Kekayaan Negara Rp5.400 Triliun ke Luar Negeri
Persib di Ambang Gelar, Bojan Hodak Peringatkan Pemain agar Tak Lengah Hadapi Persijap
Polisi Bongkar Jaringan Penimbunan BBM dan LPG Subsidi di Bogor, Negara Rugi Rp12,5 Miliar
Borneo FC vs Malut United: Delapan Pemain Inti Absen, Laga Pamungkas Diprediksi Berat Sebelah