Pemerintah punya target ambisius tahun ini: mulai ekspor beras. Buat mewujudkannya, Perum Bulog sudah menyiapkan langkah konkret. Mereka mengalokasikan satu juta ton beras premium khusus untuk dikirim ke luar negeri.
Lantas, dari mana stok sebanyak itu diambil? Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa alokasi tersebut berasal dari total stok mereka yang kini mencapai 3,25 juta ton. Meski begitu, dia meyakinkan bahwa cadangan di awal tahun tetap aman dan tak bakal terganggu.
“Kalau kita stok-kan 1 juta ton, masih sisa 2,5 juta ton. Jadi stok untuk Imlek terus kemudian masuk Ramadan, baru Lebaran, kami yakinkan aman dengan stok kalau kepotong nanti 1 juta ton untuk ekspor itu, masih sisa 2,25 juta ton. Aman,”
Ucap Rizal saat ditemui di sela-sela Rakernas Bulog 2025 di Jakarta Selatan, Minggu lalu.
Soal negara tujuan, rinciannya memang belum bisa dipastikan. Namun begitu, komunikasi untuk penjajakan dikatakan terus berjalan. Fokusnya, setidaknya untuk saat ini, adalah negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
“Setiap kami rapat dengan Atase Perdagangan dari seluruh Atase Perdagangan yang ada di ASEAN dulu. Alhamdulillah sudah ada komunikasi. Namun kami sudah mengantisipasi, Bulog sudah menyiapkan 1 juta sesuai dengan arahan Mentan,”
tambah Rizal.
Artikel Terkait
Kilang Balikpapan Jadi Penopang, Impor Solar Resmi Dihentikan
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Kapasitas Melonjak dan Impor Solar Ditargetkan Berhenti
Pemerintah Perluas Program Cetak Sawah di Papua, Usulan dari Daerah Jadi Kunci
Amran Sulaiman: Bulog Siap Serap Gabah 4 Juta Ton dengan Harga Satu Kualitas