Massa dari BEM SI terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang masih terus bertahan hingga pukul 18.40 WIB. Massa mahasiswa berusaha menarik separator beton barikade yang dicegah polisi.
Di lokasi, polisi mengimbau massa aksi membubarkan diri lantaran sudah melewati waktu. Namun massa bergeming dan membakar spanduk di lokasi.
Polisi lantas menembakkan water cannon ke arah demonstran, termasuk ke spanduk yang dibakar massa.
Sebelumnya, massa BEM SI meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turun ke jalan menemui massa aksi.
“Kita hancurkan tembok-tembok yang ada di depan kita. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” ujar seseorang dari mobil komando.
“Apabila Jokowi tidak menemui kita di sini, maka apa kawan-kawan?” tanya orator.
“Lawan,” teriak massa aksi.
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian bersiaga di balik separator beton tersebut dan menyemprotkan water cannon.
“Sekali lagi kami mengimbau agar bisa mundur. Silakan mundur,” ujar aparat.
Sebelumnya, Koordinator Pusat BEM SI, Herianto mengatakan, dalam demonstrasi kali ini pihaknya menyampaikan 12 tuntutan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kata Herianto, 12 tuntutan itu merupakan hasil kajian BEM SI tentang evaluasi pemerintah Presiden Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia.
Pihaknya, kata Herianto, berharap dapat bertemu langsung Presiden Jokowi. Jika tidak, bisa menemui perwakilannya.
Menurut Herianto, gelombang demonstrasi akan terus membesar. Bahkan di seluruh Indonesia jika pihak Istana tidak merespons.
“Bibit-bibit perlawanan itu sudah kita sebar di bagaimana kebijakan tembok-tembok ini mengeras, tapi suatu saat bibit-bibit ini akan mengakar dan akan menghancurkan tembok ini, kami yakin,” ujarnya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diduga Terlibat Pemerasan
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak