Kapal Yacht Australia Terdampar Tanpa Awak di Pantai Rote Ndao, Polisi Selidiki Asal-usul

- Rabu, 17 Juni 2026 | 14:15 WIB
Kapal Yacht Australia Terdampar Tanpa Awak di Pantai Rote Ndao, Polisi Selidiki Asal-usul

Warga Dusun Oesosole, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, digegerkan oleh penemuan sebuah kapal asing jenis yacht yang terdampar di pesisir Pantai Duile. Kapal berbendera Australia bernama Balamara itu ditemukan dalam kondisi kandas tanpa nakhoda, anak buah kapal (ABK), maupun satu pun penumpang di atasnya.

Temuan itu pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Nimrod Muris kepada Bhabinkamtibmas Desa Faifua, Aipda Yermias Benu, pada Selasa, 16 Juni 2026. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Rote Timur yang langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Informasi adanya kapal yacht yang terdampar di Pantai Duile diperoleh dari saudara Nimrod Muris kepada Bhabinkamtibmas Desa Faifua. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Rote Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Kapolsek Rote Timur, Ipda A. Ikram Mahben, di Rote Ndao, Rabu, 17 Juni 2026.

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan satu unit yacht berbendera Australia dalam keadaan kandas di tepi pantai. Namun, tidak ditemukan seorang pun berada di atas kapal tersebut. Untuk mencegah kapal terbawa arus laut, petugas bersama warga setempat menambatkan kapal di sekitar lokasi penemuan.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan awal guna mengidentifikasi asal-usul kapal dan mengungkap penyebab kandas di wilayah perairan Rote Ndao. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah dokumen yang mengarah pada identitas kapal. Dokumen tersebut mencantumkan nama kapal Balamara, tipe Adams Traditional 36, nomor lambung AU-WWA072974, serta menggunakan mesin Volvo Penta. Dalam dokumen itu tercantum nama penjual, Michael Ireland, yang beralamat di Yeppoon, Queensland, Australia, dan nama pembeli, David J. Bourchier, yang beralamat di Milner, Northern Territory, Australia.

Selain dokumen kapal, petugas juga menemukan sejumlah barang di dalam yacht, antara lain satu unit GPS, tas berisi pakaian, satu unit bor listrik, dan sebuah televisi. “Seluruh barang yang ditemukan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” kata AKBP Mardiono.

Untuk mengamankan lokasi, polisi memasang garis polisi di sekitar kapal guna mencegah gangguan terhadap barang bukti maupun proses pemeriksaan. Masyarakat sekitar juga diimbau untuk tidak mendekati atau mengambil barang-barang yang berada di dalam kapal. Karena kapal tersebut berbendera Australia, Polres Rote Ndao akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menindaklanjuti penemuan ini, termasuk kemungkinan berkoordinasi dengan instansi terkait dan otoritas Australia.

Hingga saat ini, Polres Rote Ndao masih melakukan pendalaman terkait asal-usul pelayaran kapal ini, bagaimana bisa terdampar di wilayah Rote Timur, serta keberadaan nakhoda dan awak kapalnya. Semua kemungkinan akan ditelusuri bersama pihak-pihak terkait. Penemuan yacht asing tanpa awak ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan jalur pelayaran menuju Australia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar