Wakil Ketua DPR Terima Aspirasi Mahasiswa, Kelangkaan BBM Subsidi Jadi Sorotan Utama

- Jumat, 19 Juni 2026 | 20:55 WIB
Wakil Ketua DPR Terima Aspirasi Mahasiswa, Kelangkaan BBM Subsidi Jadi Sorotan Utama

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, menerima langsung perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung parlemen, Senayan, Jakarta. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara penguasa dan pengunjuk rasa di tengah hiruk-pikuk tuntutan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) itu, perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menyampaikan bahwa sebagian besar aspirasi yang mereka bawa sejatinya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan utama. Ia mengakui bahwa sejumlah persoalan telah mendapat respons dan bahkan penyelesaian langsung dari pimpinan DPR. Namun, di sisi lain, masih ada beberapa agenda yang memerlukan komitmen lebih lanjut.

"Ada beberapa hal yang tadi langsung terjawab dan memang mungkin ada beberapa hal yang langsung diberikan penyelesaiannya, tetapi masih ada beberapa PR yang kita tunggu komitmennya," ujar Dhenni usai menjalani audiensi di kompleks parlemen.

Salah satu isu yang menjadi sorotan utama, menurut Dhenni, adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Persoalan ini dinilai krusial karena bersinggungan langsung dengan kebutuhan dasar warga.

"Salah satunya yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, yaitu terkait dengan kelangkaan BBM subsidi," sambungnya.

Meski mengapresiasi langkah cepat pimpinan DPR yang langsung berkoordinasi dengan jajaran pemerintah terkait sejumlah persoalan, Dhenni tetap berharap agar hasil audiensi tersebut dapat segera membuahkan kebijakan nyata. Ia menekankan bahwa isu pangan dan energi bukanlah persoalan yang bisa dianggap remeh.

"Harapannya, pemerintah, khususnya mungkin dari Dewan Perwakilan Rakyat, bisa menjadi penyambung lidah kami untuk menyampaikan bahwasanya, ya isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena," katanya.

Ia menegaskan bahwa tuntutan utama yang disuarakan adalah menjaga stabilitas ekonomi, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun moneter, serta memastikan kestabilan harga bahan pokok dan BBM. "Jadi tuntutan pertama kami, kita sampaikan bahwasanya menjaga stabilitas ekonomi, baik itu dari kebijakan fiskal atau moneternya, serta kestabilan harga bahan pokok dan juga BBM itu yang menjadi concern utama kami, tadi kita sampaikan," imbuh dia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar