Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 174 kasus suspek Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang dilaporkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bandung Barat, Enung Masruroh, mengungkapkan bahwa seluruh kasus yang tercatat masih berstatus suspek dan belum ada yang terkonfirmasi positif HFMD. “Berdasarkan laporan sudah tercatat ada sebanyak 174 kasus suspek. Tapi sampai saat ini belum ada laporan kasus yang terkonfirmasi positif Flu Singapura,” ujarnya.
Hingga kini, pihaknya belum melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan status positif HFMD. Enung menjelaskan bahwa keterbatasan sarana pemeriksaan laboratorium menjadi kendala utama dalam proses deteksi penyakit tersebut. “Untuk memastikan seseorang positif HFMD diperlukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Namun, pemeriksaan itu belum dilakukan karena terkendala alat,” katanya.
Menurut Enung, pemahaman masyarakat terhadap gejala Flu Singapura menjadi kunci dalam penanganan dini. Gejala HFMD umumnya ditandai dengan munculnya bercak merah pada tangan dan kaki yang disertai sariawan di area mulut. “Gejalanya ada bercak-bercak merah di tangan dan kaki serta sariawan di mulut,” ucapnya.
Enung menambahkan bahwa HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pada umumnya, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya apabila penderita memiliki daya tahan tubuh yang baik. Penularan penyakit tersebut dapat terjadi melalui empat jalur utama yang dikenal dengan istilah 4F, yakni Feces (feses), Fluid (cairan tubuh), Fomite (benda yang terkontaminasi), dan Food (makanan).
Meskipun demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena HFMD dapat menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi. Kondisi ini terutama berisiko terjadi apabila sariawan yang dialami penderita cukup parah sehingga mengganggu kemampuan makan dan minum.
Dinkes Bandung Barat mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi. Masyarakat juga diminta untuk beristirahat yang cukup guna mencegah penularan penyakit tersebut.
Artikel Terkait
Remaja Perempuan di Jayapura Tewas Setelah Dibakar Ibu Tiri Usai Cekcok di Kedai Pinang
Jadwal Salat Makassar 20 Juni 2026: Imsak Pukul 04.38 Wita, Subuh 04.48 Wita
Pria Pengangguran di Tambora Nekat Curi Sembako di Minimarket yang Sama Tiga Kali, Hasil Curian Dijual Kembali
Israel Siap Balas Serangan Iran, Katz Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Zona Keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza