I.League Tegaskan Aturan Pemain Muda Tak Dihapus, Klub Wajib Daftarkan Lima Pemain U-23 Musim Depan

- Jumat, 19 Juni 2026 | 21:00 WIB
I.League Tegaskan Aturan Pemain Muda Tak Dihapus, Klub Wajib Daftarkan Lima Pemain U-23 Musim Depan

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa regulasi yang mewajibkan klub memainkan pemain muda di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia tidak sepenuhnya dihapuskan pada musim depan. Pernyataan ini meluruskan anggapan yang berkembang di publik mengenai hilangnya kewajiban menurunkan pemain berusia di bawah 23 tahun (U-23) sebagai starter.

Menurut Asep, aturan yang mewajibkan setiap klub memainkan satu pemain U-23 sebagai starter minimal selama 45 menit atau satu babak penuh memang tidak lagi berlaku. Namun, ia menekankan bahwa kewajiban mendaftarkan setidaknya lima pemain muda tetap menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh kontestan Super League musim depan.

“Tahun sebelumnya, dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kita konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan,” ujar Asep dalam acara League Talk di Kantor I.League, Jakarta, Jumat.

Kebijakan ini diambil oleh I.League sebagai upaya menjaga ruang bagi talenta muda Indonesia untuk tetap mendapatkan menit bermain. Persaingan yang semakin ketat dengan pemain senior dan pemain asing menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan aturan baru tersebut.

Di sisi lain, Asep mengungkapkan bahwa klub-klub yang memberikan kesempatan bermain lebih kepada pemain muda akan mendapatkan insentif finansial. Besaran insentif tersebut telah dirumuskan berdasarkan jumlah menit bermain yang telah melampaui ambang batas minimal tertentu.

“Kita sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya soal pemain, I.League juga menyoroti struktur kepelatihan di setiap klub. Asep menegaskan bahwa setiap tim harus menyertakan pelatih lokal dalam jajaran teknis guna menjaga keberlanjutan kualitas pelatih asal Indonesia di tengah dominasi pelatih asing.

“Jadi misalnya sebagai simulasi, ada gambaran tim kepelatihan asing, pelatih kepala, asisten pelatihnya dua asing, lalu yang lokalnya enggak ada, tapi misalnya di goalkeeper coach atau di fitness coach yang memang sangat spesifik lokal, itu tidak memenuhi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelatih lokal yang ditempatkan di posisi teknis harus memenuhi standar minimal lisensi A Diploma AFC. Ketentuan ini menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seluruh klub peserta Super League.

Sementara itu, regulasi pemain asing tidak mengalami perubahan. Setiap klub tetap dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing, meskipun tidak diwajibkan mengisi jumlah penuh. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain boleh masuk dalam daftar susunan pemain, namun hanya tujuh yang dapat diturunkan dalam satu pertandingan.

Format kompetisi Super League musim depan juga masih sama. Sebanyak 18 klub akan bertanding dengan sistem double round-robin yang menghasilkan total 306 pertandingan. Kompetisi dijadwalkan bergulir mulai 4 September 2026 hingga 5 Juni 2027.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar