Jakarta Fair 2026 Jadi Panggung Promosi Produk UMKM dari Seluruh Nusantara

- Jumat, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB
Jakarta Fair 2026 Jadi Panggung Promosi Produk UMKM dari Seluruh Nusantara

Jakarta Fair Kemayoran tahun ini kembali menjadi etalase keberagaman Nusantara, di mana hampir seluruh provinsi di Indonesia turut berpartisipasi dengan menghadirkan anjungan masing-masing. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah pun memanfaatkan momentum ini untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada ribuan pengunjung yang hadir setiap harinya.

Dari anjungan Provinsi Aceh, Maluku, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta, beragam produk kerajinan tangan dan kuliner khas daerah dipajang dan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Pengunjung dapat menemukan batik, anyaman berbentuk tas dan peci, aneka makanan tradisional, serta berbagai produk lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Di anjungan Aceh, seorang pedagang bernama Lia menjajakan kopi, peci, tas khas Aceh, dan aneka kue tradisional dari daerahnya. Ia menawarkan produk-produk tersebut dengan rentang harga yang bervariasi.

"Kami dari harga Rp50 ribu sampai Rp500 ribu," kata Lia dalam program Newsline Metro TV, Jumat, 19 Juni 2026.

Sementara itu, di anjungan Yogyakarta, Rina menjual produk dari sejumlah kumpulan UMKM, termasuk batik dan lurik tenun. Ia juga menyediakan berbagai kerajinan tangan lain yang tak kalah menarik.

"Ada craftnya juga bermacam-macam produk di sini. Ada tempat tisu, tanaman, ada enceng gondok dari keranjang-keranjang seperti itu juga, dan makanan yang paling favorit terkenal di Jogja dengan bakpianya," ujar Rina.

Para pengunjung Jakarta Fair Kemayoran mengaku menikmati sajian produk khas Nusantara yang hadir di pameran tahunan tersebut. Kehadiran produk dari berbagai provinsi dinilai penting sebagai upaya untuk terus mengembangkan dan mempromosikan produk khas Indonesia di tengah masyarakat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar