Polisi: Laporan Perampokan Emas 500 Gram di Menteng Hanya Rekayasa untuk Tutupi Percobaan Pembunuhan

- Jumat, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB
Polisi: Laporan Perampokan Emas 500 Gram di Menteng Hanya Rekayasa untuk Tutupi Percobaan Pembunuhan

Pengungkapan kasus penganiayaan berat di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat, membuka tabir baru di balik laporan awal yang menyebutkan adanya perampokan emas seberat 500 gram. Polisi memastikan bahwa skenario perampokan tersebut hanyalah rekayasa untuk menutupi percobaan pembunuhan yang sesungguhnya terjadi.

Awalnya, seorang wanita berinisial T melaporkan sebagai saksi bahwa korban berinisial MAH menjadi korban perampokan. Dalam laporan tersebut, T bahkan mengaku kehilangan emas batangan seberat 500 gram. Namun, hasil penyelidikan polisi menemukan fakta yang bertolak belakang. Ternyata, T adalah pelaku penganiayaan terhadap MAH dan tidak ada satu pun barang berharga yang hilang, termasuk emas yang sempat disebut-sebut.

“Tidak ada (barang yang dicuri),” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Jumat (19/6/2026).

Roby menjelaskan bahwa laporan palsu tentang perampokan itu sengaja dibuat oleh T sebagai alibi. Tujuannya tidak lain untuk mengelabui polisi dan mengaburkan fakta bahwa ia telah melakukan tindak penganiayaan berat terhadap korban. “Jadi, orang yang disampaikan mencuri, berikut barang curian, maupun peristiwa pencuriannya itu, kami duga palsu. Hanya alibi untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya,” bebernya.

Sementara itu, polisi juga mengungkap kronologi kejadian yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, siang hari. Peristiwa bermula ketika korban dan pelaku berada di lantai satu lokasi kejadian. Korban, yang merupakan seorang direktur utama perusahaan IT, sedang bermain game menggunakan perangkat realitas virtual. Di saat yang sama, pelaku yang tangannya cedera sedang mengompres lukanya.

Pelaku kemudian menyiapkan sebuah catu daya portabel dan menyambungkannya dengan kabel. Menurut keterangan polisi, korban sempat tersengat aliran listrik hingga terjatuh. “Kemudian pelaku menggulung dan meminta korban memegang kain tersebut. Nah, kemudian karena korban memegang kain tersebut sehingga tersengat arus listrik dan terjatuh selama kurang lebih enam hingga delapan detik,” jelas Roby.

Setelah tersengat listrik, korban tidak sadarkan diri. Dalam keadaan panik, pelaku mengambil sebuah kuali dari dapur dan memukulkannya ke kepala serta punggung korban. Namun, korban belum juga siuman dan justru berusaha melarikan diri ke lantai atas sambil berteriak. Pelaku kembali mengambil alat setrum dan mengejar korban. Korban yang ketakutan sempat berlari ke lantai atas, namun pelaku berhasil mengejarnya dan memerintahkan korban untuk berbaring di kasur sambil membawa alat setrum dan palu.

“Sehingga korban menurut, kemudian pelaku mengambil lagi tabung nitrogen dan memerintahkan korban untuk menghirup selama kurang lebih 10 menit,” tuturnya. “Namun, karena ragu dengan efektivitas metode tersebut, pelaku kemudian menjatuhkan atau memukul tabung nitrogen ke kepala korban sebanyak dua kali yang mengakibatkan luka serius dan pendarahan di bagian kepala,” lanjutnya.

Belum berhenti di situ, pelaku kembali turun ke dapur, mengambil pisau, lalu menusuk bagian kepala, punggung, dan leher korban. Akibat serangan bertubi-tubi tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya. Polisi kini terus mendalami motif di balik aksi brutal tersebut serta menjerat pelaku dengan pasal percobaan pembunuhan berencana.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar