Kedua pengurus MUI tersebut berinisial MAQ dan AR yang merupakan anggota Komisi Fatwa MUI. Ketua MUI bidang fatwa, Asrorun Niam Saleh mengatakan MAQ dan AR dinonaktifkan setelah MUI melakukan konsolidasi internal serta merespons adanya lima Nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel.
MUI telah melakukan tracing dan profiling terkait dengan organisasi yang terafiliasi dengan zionisme Israel. Keduanya juga kedapatan telah berkunjung ke kedutaan besar Israel di Singapura tahun lalu.
Seperti diketahui, lima Nahdliyin itu adalah Sukron Makmun (PWNU Banten), Zainul Maarif (Unusia), Munawir Aziz (Sekum PP Pagar Nusa), Nurul Bahrul Ulum (PP Fatayat NU), dan Izza Annafisah Dania (PP Fatayat NU). Mereka dikecam karena tidak memiliki perasaan terhadap penderitaan warga Palestina.
Artikel Terkait
Box Office Global 2025 Tembus Rp 560 Triliun, Didorong Film Asia dan Sekuel Hollywood
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk