Seorang bocah lelaki berinisial MAR harus meregang nyawa. Ia adalah siswa sekolah dasar di Pekanbaru, Riau, dan diduga kuat menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya sendiri.
Menurut penasihat hukum keluarga korban, Suroto, tragedi ini berawal pada Kamis, 13 November lalu. Saat itu, MAR tengah mengikuti kegiatan belajar kelompok di dalam kelas.
"Kepala korban ditendang oleh temannya yang berinisial FT," jelas Suroto.
Usai kejadian, salah seorang teman, AR, segera melaporkan insiden itu kepada wali kelas yang kebetulan juga berada di lokasi.
Namun begitu, tanggapan yang diterima sungguh mengecewakan. "Wali kelas hanya mengatakan 'Iya, tunggu'," ucap Suroto lagi, menggambarkan respons yang dianggapnya tidak serius.
Sesampainya di rumah, MAR langsung menyatakan keinginannya untuk berhenti sekolah kepada ibunda. Keesokan harinya, kondisi tubuhnya tiba-tiba drop. Ia mengalami kelumpuhan, dan barulah saat itu ia bercerita bahwa kepalanya ditendang oleh FT.
Keterbatasan ekonomi sempat membuat keluarga membawanya ke pengobatan alternatif. Tapi, penyembuh justru menyarankan agar MAR segera dilarikan ke rumah sakit.
Malang tak dapat ditolak. Pada Minggu (23/11) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, nafas MAR berhenti untuk selamanya. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam hening, saat seluruh keluarganya terlelap.
Yang lebih memilukan, ini bukan kali pertama MAR mengalami kekerasan. Ternyata pada Oktober lalu, ia juga sempat menjadi sasaran bully dari teman lain. Dada korban kerap dipukuli, sampai-sampai ia harus dirawat intensif selama seminggu penuh di RS PMC Pekanbaru.
Artikel Terkait
Qatar Mediasi Iran-AS, Kesepakatan Buka Jalur Selat Hormuz dan Inspeksi Nuklir Tinggal Finalisasi
Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 10 Orang, Sebelas Lainnya Masih Dirawat
Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar karena Tak Terima Putus
Sheffield FC, Klub Sepak Bola Tertua di Dunia, Tetap Aktif Setelah Lebih dari 150 Tahun Berdiri