BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Sinergi Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal dan UMKM

- Kamis, 11 Juni 2026 | 03:00 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Sinergi Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Pekerja Informal dan UMKM

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mendorong penguatan sinergi dengan Bank BPD DIY untuk memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta menjangkau lebih banyak pekerja di sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bambang dalam kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6). Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi antara layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Bambang, peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat daerah. Ia menegaskan, kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas pemahaman masyarakat.

"Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ujar Bambang.

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi bersama kepada pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bambang juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Menurutnya, dana santunan yang diterima perlu dikelola secara bijak agar dapat menjadi modal keberlanjutan kehidupan keluarga. "Di sinilah sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dapat memberikan nilai tambah melalui edukasi dan literasi pengelolaan keuangan," tambahnya.

Selain penguatan literasi, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan kerja sama layanan yang memungkinkan Bank BPD DIY menjadi salah satu kanal strategis BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses pendaftaran dan pembayaran iuran bagi masyarakat.

Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah peserta mencapai 47,41 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut terdiri atas 26,87 juta pekerja formal, 13,87 juta pekerja informal, 5,96 juta pekerja jasa konstruksi, dan 0,71 juta pekerja migran Indonesia. Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada peserta sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim, serta menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp260,9 miliar kepada lebih dari 56 ribu anak peserta.

Bambang menambahkan, kehadiran kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan. Oleh karena itu, jaringan layanan dan kanal digital yang dimiliki Bank BPD DIY diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau lebih banyak pekerja.

"Penguatan kerja sama dengan Bank BPD DIY juga kami harapkan akan mampu menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga nantinya akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja akan semakin luas, mudah, dan inklusif," tutup Bambang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar