Hasil SNBT 2026 Diumumkan, 186 Ribu Kuota Jalur Mandiri Masih Tersedia di PTN

- Senin, 25 Mei 2026 | 17:00 WIB
Hasil SNBT 2026 Diumumkan, 186 Ribu Kuota Jalur Mandiri Masih Tersedia di PTN

Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi diumumkan pada Senin (25/5/2026) sore, membuka babak baru bagi ratusan ribu calon mahasiswa yang telah menanti. Bagi peserta yang belum berhasil lolos, masih terdapat kesempatan lain untuk menembus perguruan tinggi negeri (PTN) impian melalui jalur mandiri.

Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa masih tersedia sekitar 186 ribu kuota jalur mandiri di PTN yang dapat diperebutkan. Angka ini menjadi harapan bagi peserta yang belum beruntung dalam seleksi nasional tersebut.

"Jadi kita ketahui bersama untuk SNBT itu ada 871.000 peserta dengan yang diterima ada 256.000. Adapun saat ini di perguruan tinggi negeri itu masih tersedia kuota sekitar 186.000 yang masih bisa diperebutkan oleh anak-anak kita," ujar Eduart dalam keterangan resminya.

Sementara itu, bagi peserta yang dinyatakan lulus dalam SNBT 2026, langkah selanjutnya adalah melakukan verifikasi dan daftar ulang di PTN masing-masing. Proses ini harus diikuti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh setiap institusi.

"Jadi kalau bagi yang sudah dinyatakan lulus, tentu akan mengikuti proses verifikasi kemudian daftar ulang registrasi di PTN tempat dia lulus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh PTN masing-masing," jelas Eduart.

Di sisi lain, peserta yang belum lulus dan tetap ingin memperebutkan kursi di PTN dapat mendaftar melalui jalur seleksi mandiri. Eduart menegaskan bahwa jalur ini bersifat khusus untuk masing-masing PTN, sehingga tidak lagi menggunakan sistem seleksi secara nasional.

"Dan bagi yang belum lulus dan tetap ingin memperebutkan kursi di PTN, itu bisa mendaftar melalui jalur seleksi mandiri di masing-masing PTN. Karena jalur seleksi mandiri itu bersifat khusus untuk masing-masing PTN, tidak lagi bersifat seleksi secara nasional," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar