BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon 99W dan Sirkulasi Siklonik Baru terhadap Cuaca Sejumlah Wilayah Indonesia

- Senin, 25 Mei 2026 | 17:00 WIB
BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon 99W dan Sirkulasi Siklonik Baru terhadap Cuaca Sejumlah Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk Selasa, 26 Mei 2026, dengan perhatian utama tertuju pada pergerakan Bibit Siklon Tropis 99W di Samudra Pasifik serta kemunculan sirkulasi siklonik baru yang diprakirakan memicu dinamika cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca lokal. Penumpukan massa udara disebut-sebut menjadi pemicu pertumbuhan awan hujan secara dinamis, sehingga potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi.

Berdasarkan pemantauan terkini BMKG pada Senin (25/5/2026), Bibit Siklon Tropis 99W terpantau aktif berada di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot dengan tekanan udara minimum 1008 hPa dan bergerak ke arah barat.

Dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan, sistem tersebut cenderung mengalami penguatan. Meskipun demikian, potensinya untuk berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah.

Keberadaan bibit siklon itu menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang membentang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga utara Papua. Fenomena ini berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.

Di sisi lain, sirkulasi siklonik juga terdeteksi terbentuk di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. Sistem ini memicu terbentuknya jalur konvergensi yang memanjang dari Samudra Hindia selatan Banten hingga barat Lampung.

Selain itu, daerah konvergensi sekunder lainnya diprakirakan muncul di beberapa titik, memperkuat potensi hujan dengan intensitas bervariasi di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat di daerah yang terdampak diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar