Amazon berkomitmen mengucurkan dana investasi senilai setidaknya 33 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp580 triliun, untuk pengembangan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Rencana investasi raksasa ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, dengan target penyelesaian hingga tahun 2039.
Keputusan strategis ini diumumkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan. Amazon menilai Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, yang terdiri dari sebelas negara anggota, berpotensi menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia. Khusus di sektor teknologi, nilai ekonomi digital di ASEAN diperkirakan akan mencapai 560 miliar dolar AS pada tahun 2030.
“Kami sedang membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memungkinkan bisnis di seluruh wilayah untuk bersaing secara global,” ujar Kepala Urusan Global dan Hukum Amazon, David Zapolsky, dalam pernyataan resminya.
Zapolsky juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang diterapkan negara-negara di Asia Tenggara. “Pemerintah di seluruh Asia Tenggara layak mendapat pengakuan atas kepemimpinan mereka yang berani dalam membentuk kebijakan dan kondisi ekonomi yang mempercepat pertumbuhan dan menarik investasi global dalam AI,” katanya.
Sementara itu, pada tahun 2025 saja, Amazon telah menggelontorkan investasi lebih dari 3 miliar dolar AS. Jumlah tersebut mencakup belanja infrastruktur dan kompensasi karyawan di berbagai lini bisnis perusahaan di Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Teras BRI Babelan Dipadati Wali Murid Cek Pencairan Dana PIP
Kepercayaan Investor Global Bond Indonesia Tetap Tinggi di Tengah Volatilitas Pasar, Didorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Siswi MI di Karawang Ditemukan Usai Kabur Empat Hari Bersama Kekasih, Polisi Ungkap Motif Keberatan Masuk Ponpes
OJK Pantau DPK Valas, Sebut Peningkatannya Masih Wajar dan Stabilitas Perbankan Terjaga