Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa sinyal hijau yang diterima Kereta Api Argo Bromo Anggrek sesaat sebelum menabrak Kereta Rel Listrik atau Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih dalam proses investigasi oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Dudy menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses investigasi terkait sistem persinyalan tersebut kepada KNKT. Ia mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai dugaan kesalahan operator dalam pemberian informasi sinyal karena hal itu merupakan ranah kewenangan lembaga investigasi.
"Masih berlangsung, masih berlangsung. Karena ada beberapa hal juga yang masih didalami," ujar Dudy di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, hasil investigasi teknis sepenuhnya akan diumumkan oleh KNKT. Sementara itu, karena peristiwa ini menimbulkan korban jiwa, Kepolisian juga telah melakukan penyidikan dan menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan.
"Itu kita serahkan kepada KNKT untuk hasil dan investigasinya. Kemudian karena ada korban jiwa kepolisian juga sudah melakukan penyidikan, itu kami juga serahkan ke kepolisian," kata dia.
Kasus tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur sendiri telah naik ke tahap penyidikan. Salah satu aspek yang tengah ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian.
Sebagai informasi, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Penguasa Dinilai Sengaja Ciptakan Kekacauan demi Korupsi dan Manipulasi, Guru Besar UII: Hukum Tak Lagi Tegakkan Ketertiban
Sopir Baru di Kelapa Gading Diduga Perkosa Dua ART Saat Majikan Pergi
Pelatih Persib Larang Pemain Bahas Konvoi Juara Demi Fokus Hadapi Persijap