Dengan kemampuan membaca kitab kuning semacam itu, Guru Gembul meragukan gelar ulama yang disandang Habib Bahar.
“Bagaimana ceritanya ada seorang pemimpin pondok pesantren dengan ribuan santrinya ternyata tidak bisa membaca arab gundul, saya mohon maaf,” ujarnya. Tak hanya itu, Guru Gembul juga menilai sikap Habib Bahar bin Smith bertentangan dengan sikap para ulama termasuk Rasulullah SAW.
Hal ini karena Habib Bahar dinilai kerap pamer kekayaan, hingga menunjukan hidup yang bermewah-mewahan. “Pak Habib Bahar itu sering flexing, sering menampilkan motornya keren banget, mobilnya sport yang keren banget, harta kekayaan,” ungkapnya. “Dia sering menampilkan diri dilayani oleh orang lain yang menunjukkan betapa
dirinya itu sangat kaya.
Kemudian beliau juga kata-katanya kasar dan menurut syariat Islam itu bahkan terlarang,” sentilnya.
Oleh karena itu, Guru Gembul tidak sepenuhnya percaya bahwa Habib Bahar bin Smith adalah keturunan Rasulullah SAW dan layak disebut ulama.
“Jadi kriteria ulamanya itu yang semacam apa? Pada akhirnya kita bisa menduga-duga ternyata banyak sekali ulama-ulama gadungan di Indonesia atau ulama palsu yang meraup keuntungan yang sangat besar dengan berjualan agama,” pungkasnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Data untuk Latih Model
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip