Anthropic, salah satu nama besar di dunia kecerdasan buatan, dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah ambisius: merancang chip AI-nya sendiri. Kabar ini muncul di tengah persaingan ketat di industri yang sedang panas-panasnya. Namun begitu, rencana ini disebut-sebut masih sangat awal. Bisa saja akhirnya dibatalkan.
Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan masalah ini, perusahaan di balik chatbot Claude itu belum benar-benar terjun. Mereka belum punya komitmen pada desain tertentu, bahkan tim khusus untuk mengerjakannya pun konon belum dibentuk. Jadi, semuanya masih dalam tahap eksplorasi.
Latar belakang pertimbangan ini cukup jelas. Permintaan untuk model AI Claude melonjak drastis sepanjang 2026. Pendapatan tahunan Anthropic disebut telah menembus angka fantastis, lebih dari 30 miliar dolar AS. Angka itu naik signifikan dari sekitar 9 miliar dolar di akhir tahun sebelumnya. Peningkatan yang luar biasa cepat.
Selama ini, Anthropic mengandalkan beragam chip untuk mengembangkan dan menjalankan perangkat lunaknya. Mereka menggunakan unit pemrosesan tensor atau TPU yang dirancang Google, misalnya. Kerja sama dengan raksasa teknologi itu pun terus diperkuat.
Buktinya, baru awal pekan ini Anthropic mengikat kesepakatan jangka panjang dengan Google dan Broadcom. Isinya terkait pengembangan TPU tersebut.
Di sisi lain, Anthropic bukan satu-satunya yang punya keinginan seperti ini. Tren merancang chip sendiri sedang melanda industri. Raksasa seperti Meta, atau bahkan pesaing langsungnya OpenAI, juga dikabarkan melakukan upaya serupa. Semua ingin punya kendali lebih atas hardware pendukung AI mereka.
Jadi, meski masih berupa wacana, langkah Anthropic ini patut dicermati. Ia bisa menjadi penanda arah baru dalam perlombaan kecerdasan buatan.
Artikel Terkait
Kemenkeu Bantah Hoaks Akun Palsu Mengatasnamakan Menteri Keuangan yang Tawarkan Dana Bantuan
Prabowo-Macron Resmikan Dewan Bisnis Indonesia-Prancis, Hasilkan Kesepakatan Rp61,25 Triliun
Rano Karno Dapat Izin Pakai Gedung Jasindo di Kota Tua untuk Percepat Revitalisasi
Menkeu Terbitkan Aturan Baru, Tarif Izin Akuntan Publik Asing Capai Rp10 Juta