Malam Sabtu di kawasan Kota Tua Jakarta terasa berbeda. Di tengah kerumunan warga yang memadati Taman Fatahillah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, atau yang akrab disapa Bang Doel, menyampaikan pesan yang cukup menyentuh. Acara Halal Bihalal Jakarta, kata dia, bukan cuma milik satu kelompok saja.
“Halal Bihalal ini milik seluruh warga Jakarta,” tegasnya. “Tanpa memandang suku, etnis, agama, atau keyakinan.”
Suasana makin hangat. Dalam sambutannya, Bang Doel menegaskan bahwa Jakarta seharusnya menjadi kota yang merangkul, bukan malah memisahkan. Ia bicara dengan gaya khasnya yang santai namun penuh keyakinan.
“Di sinilah Jakarta menemukan jiwanya,” ujar Bang Doel. “Sebagai kota ramah yang membuka pintu, bukan menutupnya.”
Menurutnya, momen seperti ini adalah simbol sosial yang penting. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa perbedaan itu wajar, tapi semua warga dipersatukan oleh satu hal: kecintaan pada Jakarta. Intinya, jangan sampai ada yang merasa terasing di kota sendiri.
“Jangan sampai ada yang merasa kecil di tengah kebesaran kotanya,” pesannya. “Semua punya tempat di sini. Semua punya ruang dan harapan.”
Pidato singkat itu seolah menjadi pengingat di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Pesannya jelas: Jakarta harus tetap menjadi rumah bagi semua orang yang tinggal di dalamnya.
Artikel Terkait
PLN dan BDx Data Centers Jalin Kerja Sama Pasok Listrik 1,2 GW untuk Dukung Pusat Data AI di Indonesia
Mendiktisaintek Pastikan Dugaan Riset Palsu Peneliti Indonesia di Forum Dunia Diproses Hukum
NTP Hortikultura Melonjak 7,08 Persen, BPS: Harga Beras Justru Terus Naik di Semua Lini Distribusi
Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Aceh dan Riau, Lebih dari 15 Ribu Hektare Hangus