Carsurin Targetkan Laba Bersih Melonjak Tiga Kali Lipat pada 2026 Usai Ekspansi Besar

- Kamis, 21 Mei 2026 | 19:35 WIB
Carsurin Targetkan Laba Bersih Melonjak Tiga Kali Lipat pada 2026 Usai Ekspansi Besar

PT Carsurin Tbk (CRSN) memproyeksikan perbaikan profitabilitas pada 2026, setelah perusahaan yang bergerak di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC) itu menuntaskan ekspansi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Target pendapatan perseroan pada tahun depan mencapai Rp618,16 miliar, atau tumbuh 22 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp504,96 miliar. Segmen sumber daya alam diperkirakan masih menjadi penopang utama pendapatan.

Dari sisi laba, Carsurin memproyeksikan laba kotor naik dari Rp261,42 miliar menjadi Rp316,49 miliar. Laba operasional juga diprediksi meningkat dari Rp28,08 miliar menjadi Rp49,10 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan ditargetkan melonjak tiga kali lipat, dari Rp5,69 miliar menjadi Rp17,52 miliar pada 2026. Rasio keuangan dari sisi margin pun menunjukkan tren perbaikan. Margin laba kotor stabil di angka 51 persen, margin laba operasional naik dari 5,56 persen menjadi 7,94 persen, dan margin laba bersih meningkat dari 1,13 persen menjadi 2,83 persen.

Direktur Keuangan Carsurin, Theresia Ivonne, menjelaskan bahwa penurunan laba bersih pada tahun lalu disebabkan oleh beban depresiasi peralatan laboratorium yang dibelanjakan perseroan. Hal ini terkait dengan penyesuaian metode akuntansi yang digunakan, yakni double declining method.

“Dengan menggunakan double declining method, yang mengakibatkan tingginya nilai biaya depresiasi di tahun pertama dan kedua berdasarkan investasi barang-barang tersebut,” ujarnya dalam Paparan Publik di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ivonne menambahkan, Carsurin juga akan mengurangi alokasi belanja modal pada 2026 menjadi Rp26,3 miliar. Ke depan, perseroan akan lebih fokus mengoptimalkan belanja modal yang telah direalisasikan sebelumnya.

“Diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya, nilai investasi yang kami rencanakan tidak terlalu besar seperti tahun 2025. Tahun 2026, kami upayakan menargetkan untuk mengoptimalisasi barang aset yang telah dibeli untuk memaksimalkan operasional kinerja perusahaan,” kata dia.

Dalam tiga tahun terakhir, belanja modal Carsurin tercatat cukup besar. Realisasi belanja modal pada 2023 mencapai Rp109 miliar, kemudian pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar Rp78 miliar dan Rp38 miliar. Besarnya belanja modal tersebut menandakan bahwa perseroan tengah melakukan ekspansi masif. Akibatnya, arus kas bebas atau free cash flow (FCF) pada 2023 dan 2024 tercatat negatif. Namun, pada 2025 FCF mulai positif sebesar Rp6 miliar, dengan arus kas operasional atau operating cash flow (CFO) sebesar Rp44 miliar.

Untuk 2026, Carsurin membidik CFO sebesar Rp60,64 miliar, sementara FCF diprediksi mencapai Rp36,25 miliar pada periode yang sama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar