BJTM dan TOTL Ambles Lebih dari 9 Persen Usai Ex Dividen, Investor Terjebak Dividen Trap

- Selasa, 19 Mei 2026 | 10:50 WIB
BJTM dan TOTL Ambles Lebih dari 9 Persen Usai Ex Dividen, Investor Terjebak Dividen Trap

Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, setelah memasuki masa ex dividen. Kedua saham tersebut ambles lebih dari sembilan persen, membuat para spekulan yang membeli menjelang cum date berpotensi langsung merugi karena koreksi harga hampir setara dengan nilai dividen yang dibagikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.19 WIB, saham BJTM turun 9,48 persen ke level Rp525 per saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp8,80 miliar. Penurunan ini nyaris sebanding dengan dividend yield BJTM pada cum date sehari sebelumnya, Senin, 18 Mei, yang tercatat sekitar 9,76 persen. Di sisi lain, saham TOTL juga terpangkas 9,28 persen menjadi Rp1.075 per saham dengan nilai transaksi Rp3,49 miliar. Koreksi tersebut selaras dengan dividend yield TOTL yang mencapai 9,28 persen pada perdagangan sebelumnya.

Fenomena ini menggambarkan risiko dividend trap yang kerap menghantui saham berimbal hasil dividen tinggi. Investor yang mengejar dividen dalam jangka pendek berpotensi mengalami kerugian apabila penurunan harga setelah ex dividen lebih besar atau berlangsung lebih lama dibandingkan nilai dividen yang diterima. Secara teoretis, harga saham memang cenderung turun setelah memasuki masa ex dividen karena pembeli baru tidak lagi memperoleh hak atas pembagian dividen.

Namun, dalam sejumlah kasus, tekanan jual juga diperparah oleh aksi ambil untung dari pelaku pasar yang sebelumnya masuk hanya untuk berburu dividen. Hal ini menambah volatilitas pada saham-saham dengan dividend yield tinggi, terutama saat momentum pembagian dividen tiba.

BJTM sebelumnya memutuskan membagikan dividen sebesar Rp850,18 miliar atau setara Rp56,62 per saham. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp54,71 per saham. Total dividen tersebut setara dengan 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sementara itu, TOTL menetapkan dividen tunai sebesar Rp375,1 miliar atau Rp110 per saham, yang berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp414,3 miliar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags