Kekhawatiran mendalam menyelimuti Presiden Irlandia setelah sang saudari, Margaret Connolly, menjadi salah satu dari delapan warga negara Irlandia yang dicegat pasukan Israel dalam sebuah misi armada bantuan menuju Gaza. Margaret Connolly, seorang dokter, ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla yang berlayar dari Turki, sebelum akhirnya dihadang di tengah laut pada Senin lalu.
Pasukan Israel mencegah sejumlah kapal dalam armada tersebut melanjutkan pelayaran setelah mereka bertolak dari pesisir barat daya Turki pada Kamis pekan sebelumnya. Armada Global Sumud merupakan gelombang terbaru dari upaya para aktivis yang berusaha menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina yang terkepung. Sekitar 50 kapal dilaporkan ikut serta dalam misi kemanusiaan ini.
“Armada Global Sumud sedang diserang!” demikian pernyataan kelompok tersebut di media sosial X. Mereka menuding tindakan Israel sebagai pencegatan ilegal dan penculikan terhadap para sukarelawan yang tengah menjalankan misi kemanusiaan internasional.
Dalam pernyataan resmi yang dikirimkan kepada kantor berita AFP, penyelenggara armada mengonfirmasi bahwa Margaret Connolly termasuk dalam daftar delapan warga Irlandia yang ditahan secara ilegal. “Delapan warga Irlandia telah ditahan secara ilegal dalam operasi ini,” ujar perwakilan penyelenggara.
Sementara itu, Presiden Irlandia mengaku sangat kecewa dan khawatir setelah mengetahui saudarinya menjadi bagian dari rombongan yang dicegat. Ia menyampaikan kegelisahannya usai bertemu Raja Charles III di London. “Saya sangat khawatir tentang dia, dan saya juga sangat prihatin tentang rekan-rekannya di atas kapal,” katanya. Namun, ia mengaku belum mendapatkan rincian lebih lanjut mengenai kondisi saudarinya maupun para kru lainnya.
Sebuah video yang diunggah penyelenggara di media sosial memperlihatkan Margaret Connolly bersama lima orang lainnya, yang tampaknya direkam sebelum proses penahanan berlangsung. Dalam video tersebut, Connolly menyampaikan pesan yang menggetarkan. “Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan pendudukan Israel,” ujarnya.
Penyelenggara armada menegaskan bahwa partisipasi Margaret Connolly dalam konvoi kapal ini merupakan keputusan pribadi dan sama sekali tidak terkait dengan jabatan maupun aktivitas Presiden Irlandia. “Partisipasinya dalam konvoi kapal ini adalah keputusannya sendiri dan tidak terkait dengan Presiden Connolly,” demikian pernyataan resmi penyelenggara.
Artikel Terkait
TPST Bantargebang Jadi Penghasil Emisi Metana Terbesar Kedua di Dunia, Pakar UGM Dorong Pemanfaatan sebagai Energi Alternatif
Persija Jakarta Bidik Kiper Ceko Bernilai Rp43,45 Miliar, Calon Pemain Termahal Liga Super
Mantan Pegawai Peternakan di Bulukumba Curi Sapi, Potong Lalu Jual Dagingnya ke Pasar
Pengadilan Tipikor Bandung Vonis Pengusaha Sarjan 3 Tahun 3 Bulan Penjara karena Suap Bupati Bekasi