Menteri Pertanian Targetkan Stok Beras Pemerintah Capai 5,5 Juta Ton pada Akhir Mei 2026

- Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB
Menteri Pertanian Targetkan Stok Beras Pemerintah Capai 5,5 Juta Ton pada Akhir Mei 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mampu mencapai 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026, hanya berselang beberapa saat setelah Perum Bulog mencatatkan pengelolaan stok beras nasional sebesar 5,3 juta ton. Capaian tersebut disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah ketahanan pangan Indonesia. Amran menyampaikan optimisme itu di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (13/5/2026), seraya menekankan bahwa angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Jika hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton, mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini adalah yang tertinggi selama Republik ini merdeka,” ujar Amran dalam pernyataannya.

Menurut Amran, lonjakan stok beras nasional terutama didorong oleh tingginya produksi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton. Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan angka produksi lebih tinggi, yakni 36 juta ton. Adapun United States Department of Agriculture (USDA) melaporkan produksi sebesar 34,6 juta ton, selaras dengan data BPS.

Dengan merujuk pada ketiga proyeksi tersebut, Amran memperkirakan Indonesia berpotensi mencatat surplus beras hingga 4 juta ton. Ia menegaskan bahwa angka itu bukan sekadar klaim sepihak dari institusinya. “Jadi ada tiga data, baik dari nasional maupun dunia, yang menunjukkan produksi kita sekitar 34 juta ton dan surplus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian,” katanya.

Di sisi lain, Amran membandingkan capaian saat ini dengan rekor stok beras nasional sebelumnya. Pada 1984, stok tertinggi Bulog tercatat sebesar 2,6 juta ton, ketika Indonesia menerima penghargaan dari FAO di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Kini, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton, lebih dari dua kali lipat rekor lama tersebut.

“Bulog dulu stok tertingginya 2,6 juta ton pada 1984, saat Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan dari FAO. Sekarang di era Presiden Prabowo, kita mencapai 5,3 juta ton dan penghargaan FAO juga diterima dua kali berturut-turut,” kata Amran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar