Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Makhruzi Rahman, meninjau langsung kesiapan operasional Terminal Barang Internasional (TBI) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, pada Selasa, 12 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh sarana, prasarana, dan alur pelayanan ekspor-impor telah terintegrasi dengan baik, sehingga mampu mendukung kelancaran arus barang lintas negara antara Indonesia dan Timor Leste.
“Ada beberapa jalur yang kita sepakati bersama agar kegiatan ekspor dan impor tidak terganggu. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaan ekspor-impor di Motaain dapat berjalan lancar,” ujar Makhruzi dalam keterangan resminya, Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Makhruzi juga mengecek secara langsung sejumlah fasilitas utama TBI, mencakup gudang barang, jembatan timbang, timbangan portabel, serta pengaturan arus kendaraan ekspor dan impor. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa kelengkapan fasilitas pendukung yang perlu disempurnakan demi menunjang operasional secara optimal.
“Ada beberapa hal yang mungkin harus ditambah, seperti indikator jembatan timbang, CCTV, serta kemungkinan penggantian timbangan portabel menjadi timbangan statis,” jelas dia.
Terkait potensi kendala operasional, Makhruzi menilai evaluasi menyeluruh baru dapat dilakukan setelah TBI benar-benar beroperasi. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan operasional TBI ke depan akan dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, sementara rencana peresmiannya masih terus dibahas dan dimatangkan bersama pihak terkait.
“Kita akan melakukan estafet pengoperasian sambil berjalan dan menunggu peresmian oleh Bapak Menteri atau Bapak Presiden,” tutur dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen (Purn) Aan Suhanan, menegaskan bahwa secara umum kesiapan Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain telah memadai. Menurutnya, sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2015, terdapat tujuh PLBN yang dilengkapi Terminal Barang Internasional, dan Motaain merupakan salah satunya.
“Dari sisi fasilitas, baik penimbangan maupun pergudangan untuk ekspor dan impor, seluruhnya sudah siap untuk operasional,” ujar dia.
Aan juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pengelolaan TBI. Menurut dia, keberadaan TBI tidak terlepas dari peran berbagai pemangku kepentingan, seperti BNPP, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta instansi terkait lainnya. “Koordinasi ini penting agar arus barang keluar dan masuk dapat terkontrol dengan baik,” tambah dia.
Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris BNPP RI didampingi oleh Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI Siti Metrianda Akuan, serta Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika. Peninjauan ini menegaskan komitmen BNPP RI dalam memperkuat tata kelola perbatasan negara melalui optimalisasi infrastruktur pendukung perdagangan lintas batas. Dengan beroperasinya Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain, kawasan perbatasan diharapkan tidak hanya menjadi beranda terdepan negara, tetapi juga berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Artikel Terkait
Polisi Tahan Pria di Sinjai Diduga Cabuli Remaja 15 Tahun, Adiknya Jadi Tersangka Anak
Xi Jinping: Hubungan AS-Tiongkok Harus Berlandaskan Kemitraan, Bukan Persaingan
Polisi Bantah Kaitan Penemuan Jasad Remaja di Karawang dengan Bentrokan Suporter, Ungkap Motif Perampokan
Polisi Filipina Tangkap Satu Tersangka Baku Tembak di Gedung Senat, Senator Buronan ICC Berlindung di Dalam