Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perpecahan di kalangan elite merupakan salah satu faktor utama yang menghambat kemajuan suatu bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam forum Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Jumat (26/6/2026).
"Dari apa yang saya pelajari dari sejarah ribuan tahun: bangsa yang elitnya bisa bekerja sama, itulah bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa bekerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," kata Prabowo.
Ia mengangkat sejumlah konflik global sebagai pelajaran, mulai dari perang Ukraina hingga tragedi di Gaza dan Lebanon. Prabowo menyoroti konflik Ukraina-Rusia yang kini telah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Kondisi Gaza disebutnya rata dengan tanah, seperti dampak bom Hiroshima dan Nagasaki. Ia juga menyinggung ketegangan di Afghanistan, Myanmar, dan kawasan Asia Tenggara.
"Di tengah ini semua, kuncinya antara lain adalah elite yang tidak bisa bekerja sama," ujarnya. Prabowo mengajak seluruh hadirin, termasuk para akademisi dan ilmuwan, untuk menjadi perekat bangsa, bukan sumber perpecahan.
Artikel Terkait
Kekayaan Alam Melimpah, Tantangan Tata Kelola dan Integritas
Dua Mahasiswa, Satu Polemik: Tiyo dan Fathimah Jadi Sorotan Warganet
Kesiapan Finansial Jadi Syarat Utama Menikah bagi Generasi Muda
Mahfud MD: Hukum Ortodoks adalah Kudeta terhadap Demokrasi