Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Terpantau 600 Meter dan Status Siaga Diperpanjang

- Kamis, 14 Mei 2026 | 11:30 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Terpantau 600 Meter dan Status Siaga Diperpanjang

Letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Kamis pagi, 14 Mei 2026, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 600 meter dari puncak, mengirimkan material vulkanik berwarna putih hingga kelabu yang bergerak condong ke arah barat daya. Peristiwa ini terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama satu menit 50 detik, menjadikannya sebagai erupsi yang patut diwaspadai oleh masyarakat di sekitarnya.

Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, erupsi terjadi tepat pukul 05.23 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.276 meter di atas permukaan laut. Intensitas abu tergolong sedang, menandakan bahwa aktivitas vulkanik gunung yang berlokasi di Lumajang, Jawa Timur, ini masih berlangsung signifikan.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Larangan ini berlaku untuk menghindari risiko langsung dari material vulkanik yang mungkin dilontarkan.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai, terutama di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini dinilai rawan terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Imbauan serupa berlaku untuk wilayah dalam radius lima kilometer dari kawah, yang dianggap berbahaya akibat potensi lontaran batu pijar.

Lebih lanjut, pengawasan ketat diarahkan pada sejumlah aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga masuk dalam kategori rawan, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan di titik-titik tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar