84 Dapur Makan Bergizi Gratis di Surabaya Beroperasi Tanpa Sertifikat Higiene, 200 Siswa Keracunan

- Kamis, 14 Mei 2026 | 05:06 WIB
84 Dapur Makan Bergizi Gratis di Surabaya Beroperasi Tanpa Sertifikat Higiene, 200 Siswa Keracunan

Sebanyak 84 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Surabaya masih beroperasi tanpa mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Temuan ini mencuat setelah insiden keracunan yang dialami 200 siswa dari 12 sekolah di Kecamatan Bubutan, yang diduga terkait dengan konsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Kota Surabaya, Kusmayanti, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Rabu (13/5/2026), terdapat total 133 SPPG di kota tersebut. Dari jumlah itu, baru 49 unit yang telah memiliki SLHS. Sisanya, sebanyak 84 SPPG, belum memenuhi persyaratan kelayakan higiene dan sanitasi.

β€œ84 SPPG belum memiliki SLHS. Jumlah SPPG yang sudah operasional sebanyak 108 SPPG, jumlah SPPG yang belum operasional sebanyak 19 SPPG, dan jumlah SPPG yang berhenti atau tidak operasional ada di 6 SPPG,” kata Kusmayanti di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, Kusmayanti menjelaskan bahwa SPPG yang belum memiliki SLHS tetap diperbolehkan beroperasi dengan sejumlah syarat. Salah satu ketentuannya, pengelola wajib segera mendaftarkan sertifikasi setelah dapur mulai beroperasi.

β€œItu memang diperkenankan, tetapi batasnya adalah setelah tanggal operasional maksimum 30 hari harus segera mendaftar,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pengajuan SLHS tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan dan sertifikasi lain yang saling terkait. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kelayakan secara menyeluruh.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar