Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Asia meski Koleksi Poin Sama dengan Qatar dan China

- Rabu, 13 Mei 2026 | 04:30 WIB
Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Asia meski Koleksi Poin Sama dengan Qatar dan China

Tim Nasional Indonesia U-17 harus mengakhiri petualangan mereka di Piala Asia U-17 2026 lebih awal. Bertindak sebagai juru kunci Grup B, skuad Garuda Muda hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Yang membuat situasi semakin dramatis, tiga tim dalam grup tersebut Indonesia, Qatar, dan China berakhir dengan koleksi angka yang identik. Namun, langkah Indonesia terhenti karena kalah dalam perbandingan selisih gol.

Pada laga pamungkas Grup B yang digelar di King Abdullah Sports City Training Stadium, Selasa (13/5) malam WIB, Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 1-3. Jepang membuka keunggulan melalui gol Ryoma Tsuyoneshi pada menit ke-28, sebelum Takeshi Wada menggandakan kedudukan pada menit ke-59. Indonesia sempat memberi perlawanan lewat tendangan bebas Peres Tjoe yang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70. Namun, harapan untuk menyamakan kedudukan sirna setelah pemain pengganti Jepang, Arata Okamoto, mencetak gol pada menit ke-71. Kemenangan ini memastikan Jepang finis sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin sempurna.

Sementara itu, laga lain yang berlangsung bersamaan justru menjadi penentu nasib Indonesia. China, yang sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun, berhasil bangkit dan mengalahkan Qatar dengan skor 2-0. Hasil ini menciptakan persaingan yang sangat ketat di papan klasemen, di mana tiga tim sama-sama mengoleksi tiga poin. Penentuan posisi akhir pun harus merujuk pada regulasi resmi turnamen.

Berdasarkan kriteria pertama, yaitu poin dalam pertemuan antar tim yang memiliki angka sama, Indonesia, Qatar, dan China tetap imbang karena masing-masing mengantongi tiga poin. Regulasi kemudian beralih ke kriteria kedua: selisih gol dalam pertemuan antar tim yang bersangkutan. Pada aspek inilah nasib Indonesia ditentukan. China unggul dengan selisih gol 1, Qatar berada di posisi tengah dengan selisih gol 0, sementara Indonesia harus puas dengan selisih gol -1. Kondisi ini secara otomatis menempatkan Indonesia di dasar klasemen.

Regulasi lengkap yang digunakan untuk menentukan peringkat jika terjadi kesamaan poin mencakup beberapa tahapan. Setelah poin head-to-head, kriteria berlanjut ke selisih gol dalam pertemuan antar tim yang sama, jumlah gol yang dicetak dalam pertemuan tersebut, dan jika masih ada tim yang imbang, kriteria head-to-head diterapkan kembali secara khusus. Apabila masih belum ada pemenang, selisih gol dan jumlah gol di seluruh pertandingan grup menjadi pertimbangan berikutnya. Sebagai langkah terakhir, adu penalti hanya berlaku jika dua tim imbang dan bertemu pada laga terakhir grup, diikuti dengan poin disiplin dan undian.

Dengan demikian, meskipun mengoleksi poin yang sama dengan dua pesaingnya, Indonesia harus rela berada di posisi terbawah Grup B. Selisih gol head-to-head yang kurang menguntungkan menjadi faktor utama yang mengakhiri langkah Garuda Muda di turnamen bergengsi Asia ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar