Wakil Mensos Desak Pemkot Bandar Lampung Segera Bentuk Kampung Siaga Bencana Antisipasi Banjir

- Senin, 11 Mei 2026 | 17:50 WIB
Wakil Mensos Desak Pemkot Bandar Lampung Segera Bentuk Kampung Siaga Bencana Antisipasi Banjir

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera merealisasikan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai bencana yang kerap melanda wilayah tersebut. Permintaan itu disampaikan Agus Jabo saat menerima kunjungan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, beserta jajarannya di Kantor Kementerian Sosial, Senin (11/5/2026).

Menurut Agus Jabo, pembentukan KSB menjadi krusial mengingat Kota Bandar Lampung termasuk daerah yang sering mengalami banjir, terutama banjir kiriman. “Karena Bandar Lampung sering banjir, banjir bawaan ya, di samping lumbung sosial bagusnya dibangun KSB,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah menyalurkan bufferstock untuk lumbung sosial di Kota Bandar Lampung. Namun, Agus Jabo menilai keberadaan lumbung sosial saja belum cukup untuk menghadapi potensi bencana yang terjadi secara berulang. Ia menekankan bahwa kesiapan masyarakat dalam penanganan bencana menjadi faktor penting untuk mempercepat respons sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan saat bencana terjadi.

Melalui program Kampung Siaga Bencana, masyarakat nantinya akan mendapatkan pelatihan mitigasi bencana. Selain itu, warga juga akan dibekali kemampuan dalam mengelola lumbung sosial secara maksimal sehingga penanganan awal dapat dilakukan sebelum bantuan dari luar tiba.

Di sisi lain, Agus Jabo juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menegaskan bahwa seluruh penyaluran bantuan pemerintah ke depan akan mengacu pada data tersebut, sehingga pembaruan data perlu dilakukan secara berkala agar bantuan tepat sasaran. “Harus berdasarkan data ya. Jadi, harus bekerja sama dengan BPS untuk memetakan masyarakat miskin dan miskin ekstrem di Bandar Lampung,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya monitoring dan evaluasi setelah bantuan disalurkan. Langkah itu diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyambut baik usulan tersebut. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan personel dan gudang lumbung sosial di sejumlah kecamatan rawan bencana. “Kami sudah menyiapkan gudang di empat kecamatan yang telah diajukan pengajuannya,” ungkap Eva.

Adapun empat kecamatan yang disiapkan meliputi Kecamatan Panjang, Kecamatan Kedamaian, Kecamatan Kedaton, dan Kecamatan Rajabasa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar