Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu daging dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa itu memicu respons cepat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang langsung menarik seluruh makanan yang telah didistribusikan.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tyas Pranadani, menduga bahwa keracunan tersebut dipicu oleh menu olahan daging yang dikonsumsi para siswa. Pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPG untuk memastikan tidak ada lagi makanan yang dikonsumsi sebelum penyelidikan lebih lanjut dilakukan.
“SPPG tadi itu menarik semua makanan ya. Jadi makanan-makanan yang belum dikonsumsi semua ditarik, ditarik semua,” ujar Tyas kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.
Tyas menambahkan, SPPG telah berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk membiayai seluruh biaya pengobatan bagi siswa yang terdampak. Sementara itu, sampel menu MBG telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk diuji guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
“Kemudian MBG pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan dari siswa. Kemudian juga tentu akan kami lakukan investigasi ya terkait makanan ini melalui BBLK,” jelasnya.
Ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan tersebut mengeluhkan gejala pusing hingga mual setelah menyantap menu MBG. Sebagian dari mereka bahkan harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Trump Kirim Utusan ke Qatar, Iran Bantah Ada Pertemuan
Brasil Comeback Dramatis, Tundukkan Jepang 2-1 di 32 Besar Piala Dunia 2026
Kecelakaan Maut di Bekasi, Istri Korban Ojol Menangis Histeris: Suami Jarang Pulang Demi Anak