MURIANETWORK.COM - Sejumlah media asing menyoroti beberapa hal mengejutkan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, belakangan ini.
Sorotan beberapa media asing tersebut utamanya terkait pada masalah mundurnya Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN menjelang momen peresmian yang rencananya akan berlangsung Agustus mendatang.
Salah satunya terlihat dari pemberitaan AFP yang disadur oleh beberapa media asing pada Rabu (5/6/2024), dengan tulisan berjudul "Indonesia replaces new capital chief weeks before opening".
"Presiden Indonesia telah mengganti kepala ibu kota negara yang baru, dalam sebuah perombakan yang mengejutkan hanya beberapa minggu sebelum proyek kontroversial senilai US$32 miliar tersebut resmi dibuka di pulau Kalimantan," tulis AFP yang juga dilansir oleh media Filipina, Inquirer.
"Ibu kota negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini secara resmi akan dipindahkan pada bulan Agustus dari Jakarta yang macet dan tenggelam ke kota yang direncanakan, yaitu Nusantara," lanjut media asing menyinggung upacara dan pemindahan Ibu Kota.
Tak hanya soal mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dari jabatan Pimpinan Otorita IKN, media asing juga menyorot soal sedikitnya investasi yang masuk di IKN.
"Proyek warisan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang akan berakhir masa jabatannya terhambat oleh kurangnya investasi asing, sengketa tanah, dan penundaan," muatnya.
Agregator berita Aussiedlerbote yang juga melansir isu IKN juga menuliskan bahwa Ibu Kota baru Indonesia tersebut juga masih menghadapi berbagai kritik lingkungan.
"Para pemerhati lingkungan khawatir bahwa kota baru ini dapat berkontribusi pada deforestasi di salah satu wilayah hutan hujan tropis terbesar di dunia," kata media tersebut.
"Pemerintah Indonesia menargetkan 1,9 juta orang tinggal di Nusantara pada tahun 2045, yang membawa gelombang aktivitas manusia dan industri ke jantung Kalimantan." "Ribuan pegawai negeri diperkirakan akan pindah ke kota ini pada bulan September untuk mulai bekerja, namun rencana Jakarta telah tertunda beberapa bulan karena lambatnya pembangunan," tulisnya.
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal