TEHERAN Akhir pekan lalu, sebuah kapal pesiar supermewah melintasi Selat Hormuz dengan tenang. Tenang banget, tanpa gangguan sama sekali. Kapal itu milik Alexey Mordashov, miliarder Rusia yang namanya masuk daftar hitam sanksi Amerika Serikat.
Superyacht bernama Nord itu seolah-olah menantang AS. Di saat yang sama, Amerika sedang memblokade Selat Hormuz terhadap kapal-kapal yang berhubungan dengan Iran. Ironis, ya?
Menurut data pelacakan dari MarineTraffic, Nord berangkat dari sebuah marina di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14.00 GMT. Kapal itu kemudian melintasi Selat Hormuz keesokan harinya, Sabtu pagi. Akhirnya, Minggu pagi, dia tiba di pelabuhan Muscat, Oman. Perjalanan yang mulus, tanpa hambatan berarti.
Mordashov sendiri bukan orang sembarangan. Dia taipan baja, pemegang saham utama Severstal. Namanya masuk daftar sanksi AS dan Uni Eropa setelah perang Rusia di Ukraina. Alasannya? Kedekatannya dengan Presiden Vladimir Putin.
Di sisi lain, Selat Hormuz bukanlah perairan biasa. Terletak di pintu masuk Teluk Persia, selat ini biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Tapi sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, situasinya berubah drastis. Hanya sedikit kapal yang diizinkan lewat oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sebagian besar kapal yang lolos adalah kapal dagang. Bayangkan, sebelum konflik, sekitar 125 hingga 140 kapal melintas setiap hari. Sekarang? Jauh dari angka itu.
AS sendiri memblokade pelabuhan Iran. Kapal-kapal dilarang masuk atau keluar. Tapi Presiden Donald Trump baru-baru ini memperbarui ancamannya: kapal mana pun dilarang melintasi selat itu tanpa izin. Ancaman yang keras, tapi nyatanya Nord tetap melaju.
Artikel Terkait
Kepala Bakom Janji Pola Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif: ‘Kalau Diserang, Jangan Diam’
Menteri Perhubungan Panggil Manajemen Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Redam Dampak Perang di Selat Hormuz
Menhub Evaluasi Sistem Elektrifikasi dan Palang Pintu KRL Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur