Presiden Prabowo Instruksikan Kabinet Rumuskan Harga Sawit, Nikel, dan Emas Agar Tak Lagi Ditentukan Negara Lain

- Rabu, 20 Mei 2026 | 13:35 WIB
Presiden Prabowo Instruksikan Kabinet Rumuskan Harga Sawit, Nikel, dan Emas Agar Tak Lagi Ditentukan Negara Lain

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk segera merumuskan harga sejumlah komoditas strategis nasional, mulai dari kelapa sawit, nikel, emas, hingga hasil tambang lainnya. Arahan ini disampaikan dengan satu tujuan utama: agar harga komoditas Indonesia tidak lagi ditentukan oleh negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Presiden secara tegas menyoroti ironi yang selama ini terjadi pada sektor kelapa sawit nasional.

“Kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri tidak boleh terjadi, saya mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan harga komoditas sendiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu memaksakan penjualan apabila negara lain tidak bersedia membeli sesuai harga yang telah ditetapkan.

“Kalau mereka enggak mau beli pakai harga kita ya enggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Prabowo juga menyoroti harga nikel Indonesia yang dinilai masih dipengaruhi oleh pihak asing. Ia pun memerintahkan kabinet untuk menyusun formulasi harga bagi berbagai komoditas tambang nasional secara menyeluruh.

“Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita, harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak keberatan jika ada pihak luar yang enggan membeli komoditas Indonesia dengan harga yang telah ditetapkan. Menurutnya, sumber daya alam tersebut lebih baik disimpan untuk dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

“Dan kalau mereka enggak mau beli ya nggak apa-apa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah. Saudara sekalian, saya minta dukungan majelis, marilah kita bersama-sama,” pungkas Prabowo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar